Moskow Tuduh Nato Kumandangkan "Ancaman Rusia"
Selasa, 8 April 2014 13:41 WIB
Moskow, (Antara/Xinhua-OANA) - Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dengan mati-matian berusaha mencari musuh geopolitik baru untuk memperkuat aliansi tersebut, dan situasi di Ukraina adalah peluang sempurna mereka untuk mewujudkan itu, kata seorang diplomat senior Rusia, Senin (7/4).
"Tak seorang pun mengancam aliansi tersebut dari Timur," kata Wakil Tetap Rusia untuk NATO Alexander Grushko di dalam satu wawancara yang disiarkan di jejaring Kementerian Luar Negeri Moskow.
"Kampanye yang tak pernah terjadi sebelumnya seputar ancaman Rusia" hanya memiliki satu-satunya sasaran untuk membujuk pendapat masyarakat bahwa kembalinya NATO bagi pengamanan ancaman dari Timur, terhadap keamanan bersama, adalah tindakan di jalur yang benar," kata Grushko, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa pagi.
Ia menggambarkan pemulihan strategi pengamanan sebagai kecenderungan yang sangat berbahaya, yang akan merusak kestabilan situasi militer dan menyulut perasaan Perang Dingin.
"Akan sulit untuk keluar dari pergolakan itu," ia memperingatkan.
Diplomat tersebut juga mengingatkan agar NATO tidak meningkatkan kehadiran militer Barat di negara Eropa Timur, sebab langkah semacam itu akan "sangat merusak sistem kewajiban timbal-balik antara Rusia dan NATO".
Pekan sebelumnya, setelah Amerika Serikat menyatakan Washington telah mengirim beberapa jet tempur untuk berpatroli di Laut Baltik, menggelar selusin lagi di Polandia dan mengirim satu kapal penghancur ke Laut Hitam, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menuntut aliansi Atlantik Utara tersebut untuk menjelaskan bagaimana penambahan militer blok itu baru-baru ini bisa sejalan dengan berbagai kesepakatan bilateral yang ada. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mantan juara tinju kelas berat Mike Tyson tuduh platform streaming Hulu "curi" kisah hidupnya
09 August 2022 11:40 WIB, 2022
Taiwan tuduh China di balik polemik daftar kewarganegaraan penonton Piala Dunia 2022 Qatar
21 June 2022 6:15 WIB, 2022
Perjanjian kapal selam dibatalkan sepihak, Macron tuduh PM Australia berbohong
01 November 2021 10:22 WIB, 2021
Koeman tuduh PSG tak sopan karena bahas Messi jelang laga kedua tim
04 February 2021 11:55 WIB, 2021
Penasihat Gedung Putih AS tuduh China simpan data COVID-19 demi kemenangan
21 April 2020 10:43 WIB, 2020
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018