Pakistan akan Bebaskan 13 Tahanan Taliban
Minggu, 6 April 2014 14:57 WIB
Islamabad, (Antara/AFP) - Pakistan akan membebaskan 13 tahanan Taliban lagi sebagai satu "isyarat kemauan baik" untuk membantu perundingan perdamaian yang sedang berlangsung dengan kelompok itu, kata menteri dalam negeri, Sabtu.
Pengumuman itu datang setelah Taliban Pakistan Jumat memperpanjang gencatan senjata selama enam hari untuk memberikan pemeritnah waktu lebih banyak guna memenuhi tuntutan-tuntutan mereka bagi pembebasan para tahanan "non-petempur" dan menarik tentara.
"Pemerintah memutuskan akan membebaskan 13 tahanan Taliban sebagai satu isyarat kemauan baik," kata Menteri Dalam Negeri Chaudhry Nisar Ali Khan kepada wartawan setelah pertemuan komite-komite perdamaian Taliban dan pemerintah.
Ia mendesak kelompok gerilyawan itu melakukan tindakan serupa embebaskan seorang ilmuwan senior -- Profesor Mohammad Ajmal-- serta putra mantan Gubernur Punjab Salman Taseer yang dibunuh dan anak mantan perdana menteri Yousaf Raza Gilani, dan beberapa warga asing dan para karyawan pemerintah.
"Pihak lain juga harus melakukan tindakan serupa dan membebaskan anggota "non-petempur," kata Khan, dan menambahkan perundingan-perundingan itu akan membawa perdamaian di negara ini.
Pemerintah memulai perundingan dengan Tehreek-e-Taliban (TTP) melalui para penengah Februari dalam usaha menghentikan pemberontakan tujuh tahun berdarah kelompok Islam itu.
Kelompok gerilyawan induk itu menuntut pembebasan apa yang mereka sebut para tahanan "bon-petempur" dan pembentukan satu "zona damai" di mana pasukan keamanan tidak akan digelar.
Bulan lalu Taliban menyerahkan satu daftar 300 orang termasuk wanita-wanita,anak-anak dan orang-orang tua yang mereka usahakan untuk dibebaskan.
Pada Rabu, pemerintah menyerahkan 18 warga suku yang tinggal di Waziristan Selatan, menyebut mereka para tahanan Taliban yang "non-petempur".
Tetapi juru bicara gerilyawan itu membantah orang-orang itu diminta untuk untuk dibebaskan atau bukan anggota-anggotanya.
Khan menyatakan serangan-serangan "menurun tajam" sejak awal perudingan perdamaian dengan TTP, dan mengatakan proses perdamaian telah memasuki tahap baru.
"Pada saat ini babak perundingan langsung akn diselenggarakan pekan depan, jumlah para tahanan yang akan dibebaskan akan mencapai sekitar 30," kata Khan.
Sami-ul-Haq, seorang anggota komite perundingan Taliban yang menghadiri pertemuan Sabtu itu, mengemukakan kepada wartawan bahwa satu pertemuan dengan Shura (dewan) Taliban mungkin akan diselenggarakan dalam dua atau tiga hari ke depan.
"Pemerintah akan membicarakan segala mungkin tindakan bagi keberhasilan perundingan perdamaian dan kedua pihak menginginkan perdamaian yang abadi di negara ini," kata Haq.
Perundingan perdamaian itu adalah satu janji kampanye penting Perdana Menteri Nawaz Sharif sebelum ia terpilih untuk ketiga kali tahun lalu. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Resmi perpanjang kontrak, Thomas Tuchel akan terus latih Inggris hingga 2028
13 February 2026 4:41 WIB
Persita dalam bidikan Semen Padang FC yang akan buktikan kekuatan di kandang
04 February 2026 14:13 WIB
Pemprov Sumbar Akan prioritaskan ke Daerah Terdampak Bencana pada Kegiatan Safari Ramadhan Tahun 2026
02 February 2026 15:31 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018