KPI Ingin Mencegah Beredarnya Iklan Bernuansa Fitnah
Selasa, 1 April 2014 17:56 WIB
Jakarta, (Antara) - Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Idy Muzayyad mengatakan pihaknya ingin mencegah beredarnya iklan bernuansa fitnah di televisi menjelang Pemilu 2014.
"Kami sudah menegur tiga stasiun televisi yang menayangkan iklan bernuansa fitnah," ujar Idy di Jakarta, Selasa.
KPI menegur iklan dengan slogan "Kutagih Janjimu" menyerang dan menyudutkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi.
KPI beralasan iklan itu mengandung unsur serangan politik. Iklan itu juga tidak mendapat persetujuan capres Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dan tidak mencantumkan siapa pemasang iklannya. Iklan tersebut tayang di Global TV, MNC TV, dan RCTI.
"KPI sudah melayangkan surat kepada tiga stasiun televisi itu," kata dia.
Jika tidak dihentikan, sambung dia, permasalahan itu bisa masuk ke wilayah pidana karena bersifat fitnah.
"KPI ingin melakukan pencegahan, apalagi tahapan Pemilu masih lama. Dikhawatirkan bikin gaduh dan menimbulkan konflik sosial," jelas dia.
Sebelumnya, KPI menyebutkan terdapat empat parpol yang spot iklannya melebihi ketentuan 10 spot perhari. Kelebihan spot iklan ini terjadi di RCTI, MNC TV, Global TV, TV One, ANTV, Metro TV, SCTV, dan Indosiar. Adapun parpol yang kelebihan spot iklan adalah sebagai berikut.
Jokowi sendiri berencana untuk menempuh jalur hukum terkait penayangan iklan tersebut. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gelar Rakor pelaksanaan ILASPP, Menteri Nusron Ingin perbanyak peta 1:5.000 untuk percepat penyusunan RDTR
30 January 2026 10:10 WIB
Carrick ingin performa saat hadapi City jadi standar baru Manchester United
19 January 2026 10:57 WIB
Michael Carrick tak ingin terbawa euforia usai Manchester United kalahkan City
18 January 2026 5:24 WIB
Menteri Nusron ingin tokoh keagamaan terlibat aktif dalam penyelesaian sertipikasi tanah wakaf
08 January 2026 16:29 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018