529 Pendukung Moursi Dihukum Mati
Selasa, 25 Maret 2014 14:47 WIB
Washington, (Antara/AFP) - Amerika Serikat menyatakan terkejut Senin setelah satu pengadilan Mesir menjatuhkan hukuman mati terhadap 529 pendukung mantan presiden Mohamed Moursi setelah dua hari sidang.
Satu pengadilan Mesir menjatuhkan hukuman itu Senin, di tengah-tengah satu tindakan keras terhadap para pendukung mantan presiden itu, yang digulingkan oleh militer Juli tahun lalu.
"Kami sangat cemas-- dan, saya mengatakan sungguh sangat terkejut -- dengan hukuman mati terhadap 529 warga Mesir berkaitan dengan kematian seorang polisi," kata Marie Harf, wakil juru bicara Departemen Luar Negeri.
Harf mempertanyakan apakah para terhukum dapat memperoleh satu pemeriksaan pengadilan yang sesuai dengan norma-norma internasional.
"Jelas para terhukum dapat mengajukan permohonan banding, tetapi nampaknya tidak mungkin peninjauan yang adil tentang bukti dan testimoni yang konsisten dengan standar-standar internaisonal dapat diselesaikan dalam dua hari sidang bagi 529 terhukum itu," kata Harf.
"Itu tidak masuk akal."
Jumlah terdakwa terbanyak dihukum dalam sejarah negara itu berkaitan dengan kematian seorang polisi dan aksi kekerasan lainnya setelah pembersihan pengunjuk rasa dari dua taman di Kairo Agustus lalu.
Harf mengatakan AS mengutarakan masalah hukuan mati Senin itu kepada pemerintah Mesir.
"Kami akan terus menyeru pemerintah Mesir untuk menjamin bahwa semua mereka yang ditahan di Mesir harus melalui prosedur-prosedur yang adil yang menghormati kebebasan sipil dan sesuai proses dan konsisten dengan standar-standar internasional. Hukum harus ditrapkan secara adil dan bebas dari motif politik," kata pejabat Deplu itu.
"Kami telah mengatakan pada banyak kesempatan bahwa kendatipun nampaknya penangkapan, penahanan bermotif politik penghukuman itu akan membuat transisi Mesir mundur," tambah pejabat itu.
Pejabat yang mengutip laporan-laporan aksi kekerasan menanggapi hukuman-hukuman itu, memperingatkan bahwah reaksi seperti itu tidak akan membantu.
AS menangguhkan bantuan tahunannya senilai 1,5 miliar dolar kepada sekutu lamanya Mesir, sebagian besar untuk militer ,setelah tindakan keras terhadap oposisi musim panas lalu.
Sejak itu, AS secara reguler mengecam pemerintah sementara itu atas lambatnya transosi ke demokrasi dan catatan buruk hak asasi manusianya dan kebebasan-kebebasan publik.
Tetapi pemerintah AS tidak pernah menyatakan penggulingan terhadap Moursi sebagai kudeta, dan bahkan Menteri Luar Negeri John Kerry berpendapat militer bertindak untuk menyelamatkan demokrasi.
Harf mengatakan AS akan terus melakukan pendekatan dengan Mesir pada masa depan, dengan mengatakan Washington menganggap hubungannya dengan Kairo sebagai satu "hubungan penting" dan tidak ingi "memutuskan sama sekali" hubungan-hubungan itu.
Akan tetapi AS akan tetap mempertahankan prinsip-prinsip "yang termasuk hal-hal seperti hak bagi satu peradilan yang bebas dan adil yang kami ingin desak pada pemerintah Mesir." (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Nasrul-Eri ucapkan selamat kepada Hendri Arnis-Allex Saputra dan ajak pendukung dan relawan kembali bersatu
23 February 2025 17:16 WIB
Sepanjang 2024, 3,4 Juta Ton FABA dari PLN Dimanfaatkan Jadi Berbagai Bahan Pendukung Infrastruktur Masyarakat
05 February 2025 13:26 WIB, 2025
SMP N 1 Pasaman siapkan sarana pendukung program makan bergizi gratis
14 January 2025 19:53 WIB, 2025
BSI raih dua BI Award 2024 sebagai Bank Syariah pendukung pengendalian moneter terbaik dan peserta sistem RTGS & SSSS terbaik
03 December 2024 15:36 WIB, 2024
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018