Protes Meletus di Israel Menentang Penangkapan Mahasiswa
Kamis, 20 Maret 2014 8:37 WIB
Jerusalem, (Antara/Xinhua-OANA) - Ribuan demonstran ultra-Ortodoks, Rabu malam (19/3), berpawai di Jerusalem Israel dan kota besar lain di seluruh negeri itu, guna memprotes penangkapan mahasis seminari yang menolak melapor ke milteri Israel untuk proses wajib militer.
Protes itu meletus satu pekan setelah Knesset (Parlemen) Israel menyetujui peraturan yang kontroversial untuk mengenakan wajib militer bagi orang Yahudi ultra-Ortodoks.
Di Jerusalem Tengah, puluhan pemrotes melempar bus dengan batu dan membakar tempat sampah, kata beberapa saksi mata kepada Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis pagi. Ditambahkannya, polisi menggunakan semprotan air untuk membubarkan mereka.
Sebanyak 500 pemrotes ultra-Ortodoks berkumpul di bawah Jembatan Cord di dekat jalan masuk ke Jerusalem, kata seorang juru bicara polisi kepada Xinhua.
Hukum Israel mewajibkan semua warga Yahudi Israel untuk mendaftarkan diri ke militer dalam usia 18 tahun. Namun, pengikut ultra-Ortodoks yang secara tradisional dikecualikan dari dinas guna memungkinkan mereka menekuni pelajaran agama di yshiva (seminari).
Peraturan baru tersebut membatalkan pengecualian itu dan menetapkan sanksi pidana, termasuk penahanan, buat orang yang menghindari kewajiban tersebut. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018