Pemrotes Pro-Rusia Serang Markas Angkatan Laut Ukraina di Krimea
Rabu, 19 Maret 2014 17:54 WIB
Sevastopol, Ukraina, (Antara/AFP) - Para pemrotes pro-Rusia menyerbu markas angkatan laut Ukraina di Krimea pada Rabu setelah Moskow mengklaim semenanjung itu dan korban pertama dalam krisis terburuk Timur-Barat sejak Perang Dingin.
Seorang juru bicara angkatan laut Ukraina mengatakan massa dari ratusan pegiat yang marah di kota pelabuhan Sevastopol, Ukraina memaksa satu kelompok personil mengurung mereka di dalam gedung itu untuk menghindari konfrontasi langsung.
"Ada sekitar 200 personel, mereka tidak bersenjata dan kami tidak melepaskan tembakan," kata juru bicara Sergiy Bogdanov kepada AFP.
"Para personel itu tetap bertahan di dalam gedung itu," katanya dan menambahkan para personel tidak berniat mengunakan senjata mereka.
Presiden Vladimir Putin mengabaikan kemarahan internasional dan sanksi-sanksi Barat Selasa menolak untuk menandatangani satu perjanjian mundur dari semenanjung Ukraina itu dan memperluas perbatasan-perbatasan Rusia untuk pertama kali sejak Perang Dunia II.
Momen yang sangat kontroversial dan bersejarah itu terjadi kurang dari sebulan setelah penggulingkan di Kiev pemerintah dukungan Moskow oleh para pemimpin yang memelopori tiga bulan protes berdarah tiga bulan yang bertujan untuk melepaskan Ukraian dari orbit Kremlin untuk pertama kali.
Putin menanggapi dengan memenangkan hak untuk menggunakan pasukan terhadap tetangga bekas Sovyetnya dan kemudian menggunakan bantuan milisi lokal untuk menguasai wiayah Laut Hitam, Krimea.
Krisis keamana yang muncul di perbatasa timur Uni Eropa itu kini mengancam bagi pembukaan kembali pertikaian diplomatik dan ideologi antara Rusia dan negara-negara Barat yang tidak pernah terjadi sejak puluhan tahun ketegangan sebelum tembok Berlin dibongkar tahun 1989.
"Pengucilan politik dan ekonomi terhadap Rusia hanya akan meningkat jika negara itu tetap pada tindakannya ini dan akan dikenakan sanksi-sanksi tambahan oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa," kata Wakil Presiden AS Joe Biden Selasa ketika mengunjungi Polandia yang bertujuan untuk menjamin bekas satelit-satelit Sovyet bagidukungan AS dalam menghadapi ancaman ekspansionis Kremlin.
Kekhawatiran paling besar yang dihadapi para pemimpin baru Kiev dan Barat adalah Putin akan mngerahkan pasukannya yang besar di sepanjang perbatasan Ukraina ke daerah-daerah luas tenggara negara itu dalam usaha untuk "melindungi" para sahabat yang mengklaim mendapat serangan yang meningkat dari kelompok ultranasionais Ukraina.
Juru bicara Putin Dmitry Pesov membantah spekulasi itu sementara masih mengisyaratkan bahwa Rusia berniat memainkan peran besar pada masa depan dalam urusan-urusan dalam negeri Ukraina.
"Kami tidak akan membicarakan tentang aksi-aksi militer di daerah-daerah barat Ukraina," kata Peskov kepada lembaga penyiaran Inggris BBC.
"Tetapi Rusia akan melakuan apapun yang mungkin, dengan menggunakan semua cara yang legal yang semuanya sesuai dengan hukum internasional, untuk melindungi dan memberikan bantuan kepada warga Rusia yang tinggal di daerah-daerah timur Ukraina."
Putin menandatangani perjanjian Krimea-- pada tahap ini tidak diakui negara lain kecuali Rusia-- setelah menegaskan tindakan itu dilakukan "tanpa melepaskan satu tembakan dan tanpa korban jiwa."
Tetapi perumpahan darah pertama terjadi di semenanjung yang berpenduduk dua juta jiwa beberapa jam kemudian ketika satu kelompok pria bersenjata yang mengenakan masker teapi tidak berseragam militer menyerbu satu pusa milter Ukraina di Simferopol.
Kemeterian pertahanan Ukraina mengatakan seorang tentara tewas akibat luka di leher dan seorang lainnya menderita luka-luka.
Polisi Krimea pro-Rusia mengataan seorang anggota milisi lokal juga tewas. Seorang juru bicara menyalahkan bahwa kedua korban itu ditembak oleh para penyerang yang tidak dikenal dari satu lokasi terdekat.
Tetapi aksi kekerasan itu mrmicu Perdana Menteri Ukraina Arseniy Yatsenyuk memperingatkan dalam satu pertemuan darurat pemerintah bahwa, "konflik itu berubah dari satu politik ke satu tahap militer."
"Tentara Rusia mulai menembakii tentara Ukraina, dan itu adalah satu kejahatan perang," kata perdana menteri dukungan Barat itu. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Laga kualifikasi Piala Dunia 2026 Italia vs Israel diwarnai bentrokan demonstran pro-Palestina
15 October 2025 11:43 WIB
Upaya jalankan reforma agraria yang pro rakyat, Menteri Nusron: Kami belum teken satu pun perpanjangan HGU
25 September 2025 18:21 WIB
8 Cara Maksimalkan Action Mode di iPhone 16 Pro Max untuk video yang lebih stabil
12 August 2025 13:27 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018