Langkat, (Antara) - Jumlah pengungsi erupsi gunung Sinabung yang berasal dari Kabupaten Tanah Karo, yang ada di posko pengungsian desa Telagah Kecamatan Sei Bingei Kabupaten Langkat Sumatera Utara, kini semakin bertambah. "Ada penambahan pengungsi di posko penampungan," kata Koordinator posko pengungsian Desa Telagah Kecamatan Sei Bingei Kabupaten Langkat Suranta Sitepu di Sei Bingei, Selasa. Kalau sebelumnya jumlah pengungsi yang datang ke lokasi tersebut 725 jiwa, kini bertambah tujuh jiwa lagi, sehingga total keseluruhannya 732 jiwa, katanya. Penambahan tujuh jiwa ini pengungsi ini karena adanya kelahiran tujuh bayi warga pengungsi asal Kabupaten Tanah Karo Sumatera Utara itu yang lahir di lokasi pengungsian. "Ada tujuh bayi yang lahir sejak warga mengungsi ke Langkat," kata Koordinator posko pengungsian Desa Telagah kecamatan Sei Bingei Kabupaten Langkat Suranta Sitepu di Sei Bingei, Senin. Bayi yang lahir itu diantaranya dari pasangan pasangan Hernawati beru Tarigan dan Hasan Sembiring, yang melahirkan anak kembar (24/2) sekitar pukul 11.00 Wib. Kedua anak kembar tersebut sudah langsung diberikan nama oleh orang tuanya, yaitu Korem Sembiring dan Tenta Sembiring. Sementara, Selasa (4/3), salah seorang pengungsi lainnya juga melahirkan di rumah sakit yang sama setelah dirujuk petugas kesehatan posko ke rumah sakit Kesrem Binjai, katanya. Pasangan yang melahirkan anak ini yaitu Desi beru Tarigan dan Mambar Ginting, namun anak yang dilahirkan belum diberi nama oleh orang tuanya. "Kondisi ibu yang melahirkan itu sehat termasuk anak yang dilahirkan," ujar Suranta. Sebelumnya juga ada empat ibu yang melahirkan anak mereka di pengungsian, sehingga jumlah bayi yang lahir di pengungsian sekarang ini ada tujuh orang. Suranta juga mengungkapkan bahwa kondisi 732 pengungsi yang ada di lokasi pengungsian semuanya sehat, dan mereka masih belum dipulangkan ke daerahnya, walaupun sudah ada rekomendasi untuk dipulangkan, karena erupsi gunung Sinabung sudah normal. "Logistik pengungsi juga masih aman untuk 14 hari ke depan seperti beras, sayuran dan kebutuhan lainnya," katanya. Persediaan beras buat pengungsi sekitar 13 ton lagi di posko pengungsian sehingga pengungsi tidak perlu khawatir, karena ketersediaan makanan masih mencukupi. Suranta berharap kondisi gunung Sinabung benar-benar aman sehingga nantinya secara bertahap pengungsi bisa dikembalikan ke daerah asal mereka. (*/jno)