AS Tuduh Kelompok Pemberontak Libya Curi Minyak
Senin, 10 Maret 2014 16:32 WIB
Washington, (Antara/AFP) - Amerika Serikat menuduh pemberontak Libya melakukan pencurian pada Minggu, setelah kelompok itu memuat minyak ke kapal tangki Korea Utara dua hari berturut-turut.
Washington juga memperingatkan calon pembeli atas kemungkinan hukuman.
Kelompok separatis adalah mantan pemberontak, yang berbalik melawan pemerintah sementara di negara bergolak Afrika utara itu setelah penggulingan Moamar Gaddafi dalam pemberontakan 2011.
"Amerika Serikat sangat prihatin dengan laporan bahwa sebuah kapal yang berlayar dengan nama Morning Glory memuat minyak tidak sah yang diperoleh di pelabuhan Libya As- Sidra," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Jen Psaki dalam sebuah pernyataan.
"Tindakan ini bertentangan dengan hukum dan berarti mencuri dari rakyat Libya," katanya.
Kelompok separatis telah memblokade terminal minyak di Libya timur yang telah dipercayakan kepada mereka untuk dijaga, berusaha mencari otonomi dan bagian dari pendapatan minyak yang menguntungkan.
Perdana Menteri Libya Ali Zeidan memerintahkan mereka berhenti atau tangki itu dibom, sementara Menteri Perminyakan Omar Shakmak menuduh kelompok separatis melakukan pembajakan.
"Minyak itu milik Perusahaan Minyak Nasional Libya dan mitranya," kata Psaki.
Ia mengatakan bahwa termasuk sebagai mitra adalah perusahaan AS.
"Setiap penjualan minyak tanpa otorisasi dari pihak ini menempatkan pembeli beresiko terkena tanggung jawab perdata, denda dan sanksi lain dalam sejumlah yurisdiksi," katanya. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mantan juara tinju kelas berat Mike Tyson tuduh platform streaming Hulu "curi" kisah hidupnya
09 August 2022 11:40 WIB, 2022
Taiwan tuduh China di balik polemik daftar kewarganegaraan penonton Piala Dunia 2022 Qatar
21 June 2022 6:15 WIB, 2022
Perjanjian kapal selam dibatalkan sepihak, Macron tuduh PM Australia berbohong
01 November 2021 10:22 WIB, 2021
Koeman tuduh PSG tak sopan karena bahas Messi jelang laga kedua tim
04 February 2021 11:55 WIB, 2021
Penasihat Gedung Putih AS tuduh China simpan data COVID-19 demi kemenangan
21 April 2020 10:43 WIB, 2020
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018