Pasukan Rusia Masuki Unit Rudal Ukraina di Krimea
Kamis, 6 Maret 2014 9:14 WIB
Simferopol, Ukraina, (Antara/AFP) - Tentara Rusia mengambil alih bagian dari unit pertahanan rudal Ukraina di Krimea pada Rabu, kata Kementerian Pertahanan Ukraina, namun bersikeras bahwa semua rudal tetap berada di tangan Ukraina.
Volodymyr Bova, juru bicara kementerian pertahanan, mengatakan kepada AFP bahwa pasukan Rusia telah memasuki pangkalan di Cape Fiolent dekat Sevastopol dan tidak ada tembakan-tembakan yang dilepaskan.
Pangkalan kedua juga dilaporkan disita namun menggambarkan
situasi carut-marut di Krimea, di mana pertanyaan tentang "siapa yang memegang kendali" dan "sejak kapan" masih samar-samar di banyak bagian, meskipun Moskow memperketat kendalinya di semenanjung.
Seorang jurubicara kementerian mengatakan, pasukan pro-Moskow mengambil sebagian kontrol pangkalan di Evpatoria , barat laut ibu kota semenanjung Simferopol.
Kunjungan ke pangkalan oleh AFP diungkapkan bahwa bagaimanapun pasukan Rusia telah berada di tempat itu pada hari itu.
Kelompok-kelompok pro-Rusia sudah mendekati pangkalan pada 23 Februari untuk melakukan perundingan dengan komandan Ukraina, hanya sehari setelah tersingkirnya Presiden Ukraina pro-Moskow Viktor Yanukovych.
"Kami membiarkan mereka setelah pembicaraan," kata Sergiy Anyushkin, petugas pangkalan di Ukraina.
Sejak itu "30 sampai 40" anggota angkatan bersenjata Rusia telah berada di pangkalan, berpatroli di gang-gang antara fasilitas - termasuk mereka yang memegang senjata dan rudal anti-pesawat - tetapi bertindak dengan " cara damai," katanya.
Pasukan ini tidak menghentikan kelompok besar kebanyakan warga sipil pro-Rusia dari upaya menyerang pangkalan pada Selasa malam, menempatkan mereka berhadapan dengan sesama petugas Rusia menjaga gerbang di samping tentara Ukraina.
Dalam sebuah langkah yang luar biasa, komandan pangkalan Ukraina bahkan menyerukan wakil pemerintah Krimea pro-Rusia itu, kata Yuriy Zheribtsov, demi penyelamatan.
Pengambilalihan de facto Rusia dari Krimea umumnya berlangsung damai, dengan pertempuran reguler yang telah berhenti singkat saat kekerasan semakin nyata
Namun, pengambilalihan menandai langkah baru: dalam insiden serupa pada beberapa hari terakhir, di mana pasukan pro-Rusia telah sebagian besar mengepung atau memblokir akses ke pangkalan-pangkalan Ukraina tanpa mengambil kendali dari mereka.
Orang-orang Krimea yang bertutur dalam bahasa Rusia Krimea telah datang di bawah kendali de-facto oleh pasukan pro-Rusia sejak mengusir Yanukovych dan melantik pemerintah baru pro-Uni Eropa baru
di Kiev .
Putin namun terus menyangkal ada pasukan angakatan darat Rusia beroperasi di Krimea, dan bersikeras bahwa orang-orang bersenjata banyak memiliki diidentifikasi sebagai tentara Rusia yang pada kenyataannya adalah "pasukan bela diri lokal". (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
12 hari dirawat, atlet gimnastik Indonesia Naufal wafat saat pelatihan di Rusia
26 September 2025 8:50 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018