Jet Pakistan Serang Tempat Persembunyian Pemimpin Gerilyawan
Minggu, 2 Maret 2014 18:18 WIB
Peshawar, Pakistan, (Antara/Reuters) - Militer Pakistan mengatakan mereka membom tempat persembunyian seorang pemimpin gerilyawan, menewaskan lima gerilyawan, hanya sehari setelah Taliban mengumumkan gencatan senjata sebulan untuk melanjutkan perundingan perdamaian dengan pemerintah.
Target serangan itu, Mullah Tamanchey, ditujukan pada satu serangan mematikan terhadap satu konvoi yang membawa satu tim vaksinasi polio dan pasukan keamanan, Sabtu yang menewaskan 12 orang, kata militer.
"Pemerintah tidak akan menoleransi setiap tindakan teror dan setiap tindakan akan dibalas," kata seorang perwira keamanan Pakistan yang tidak bersedia namanya disebutkan.
Beberapa jam setelah serangan terhadap konvoi itu, Taliban mengatakan mereka akan memberlakukan gencatan senjata sebulan dalam usaha menghidupkan kembali perundingan-perundingan perdamaian yang terhenti bulan lalu. Taliban juga menyerukan kelompok-kelompok geriyawan lainnya melaksanakan gencatan senjata itu.
Seorang perunding pemerintah mengemukakan kepada kantor berita Reuters mereka terbuka untuk memulai kembali perundigan selama Taliban dan sekutu-sekutunya menghormati gencatan senjata itu.
Taliban Pakistan, satu aliansi kelompok-kelompok garis keras, mengatakan mereka berperang untuk menggulingkan pemerintah yang dipilih secara demokratis Perdana Menteri Nawaz Sharif dan menggantikannya dengan satu pemerintah berdasarkan hukum Islam yang ketat.
Sharif mulai mengusahakan perundingan-perundingan perdamaian sejak ia dipilih Mei. Segera setelah perundingan akhirnya dimulai 6 Februai Taliban membom satu bus polisi di Karachi, menewaskan 13 orang.
Perundingan-perundingan itu terhenti beberapa hari kemudian ketika satu faksi Taliban mengklaim telah membunuh 23 personil pasukan paramiliter.Pada malam yang sama militer mulai membom daerah-daerah di barat laut yang dikakannya adalah tempat-tempat persembunyian gerilyawan itu.
Dalam pekan-pekan belakangan ini muncul spekulasi yang meningkat bahwa militer akan melakukan serangkaian operasi darat di Waziristan Utara, satu daerah suku di perbatasan dengan Afhanistan yang adalah satu pangkalan bagi Taliban dan kelompok Al Qaida.
Beberapa pengamat berspekulasi bahwa tawaran Taliban bagi gencatan senjata itu bertujuan untuk menghentikan operasi seperti itu.
Mullah Tamanchey, sasaran serangan bom Ahad, adalah pemimpin satu kelompok kecil milisi yang bergabung dengan Taliban dan menentang vaskinasi polio. Sejumlah gerilyawan mengatakan kampanye kesehatan itu dah satu kegiatan terselubung mata-mata atau satu persekongkolan untuk sterilisasi warga Muslim. (*/WIJ)
Pewarta : 34
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018