Mantan Perdana Menteri Ukraina Dibebaskan
Minggu, 23 Februari 2014 8:46 WIB
Brussel, (Antara/Xinhua-OANA) - Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton menyambut baik pembebasan mantan perdana menteri Ukraina Yulia Tymoshenko.
"Ini menjadi langkah maju yang penting karena berkaitan dengan keprihatinan mengenai keadilan selektif di negeri tersebut," kata Catherine Ashton, Sabtu (22/2).
Ia menyeru semua pihak di Ukraina agar terus terlibat dalam dialog berarti guna memenuhi aspirasi demokratis yang sah dari rakyat Ukraina.
Catherine Ashton mengatakan Uni Eropa berharap setiap orang di Ukraina berprilaku secara bertanggung-jawab dengan pandangan untuk melindungi persatuan, kedaulatan, kemerdekaan dan keutuhan wilayah negeri tersebut, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad pagi.
Uni Eropa tetap sepenuhnya terikat komitmen untuk mendukung proses politik yang melibatkan semua pihak, membantu menurunkan ketegangan dan membantu Ukraina dalam proses pembaruan.
Tymoshenko, pemimpin penting oposisi, dijatuhi hukuman pada Oktober 2011 karena dinyatakan bersalah menyalah-gunakan kekuasaan dalam kesepakatan gas 2009 dengan Rusia.
Wanita mantan perdana menteri itu juga didakwa menggelapkan sebanyak 405 juta dolar AS dan menghindari pajak lebih dari 87.000 dolar pada 1990-an.
Pemimpin oposisi yang berusia 53 tahun tersebut, yang menjalani perawatan medis di satu rumah sakit pemerintah di Kota Kharkov di Ukraina Timur, telah membantah semua tuduhan tersebut, dan mengatakan semua itu bermotif politik. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018