Padang, (Antara) - Sebanyak 90 sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) di Sumatera Barat belum mendaftar pada Pangkalan Data Siswa dan Sekolah (PDSS) Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2014 hingga 20 Februari. "Data ini merupakan hasil rekapitulasi dari panitia SNMPTN dan SBMPTN 2014 terhadap data sekolah yang terdaftar pada PDSS menjelang penutupan pada 6 Maret mendatang," kata anggota Panitia SNMPTN dan SBMPTN Wilayah Sumbar Eriyanty, di Padang, Kamis. Dia menyebutkan beberapa sekolah yang termasuk dalam ketegori ini seperti SMAN 1 Palupuh, SMAN 1 Sipora, SMKN 1 Pantai Cermin, SMKN TI Padang, SMKN Analis Kimia Padang. Beberapa penyebab belum masuknya sekolah ini dalam data antara lain tidak tahu dan mengerti mengenai SNMPTN maupun SBMPTN akibat tidak datang pada saat sosialisasi. Hal lain yang menjadi penyebabnya, katanya, ialah ketakutan akan tidak bisa bersaing dengan sekolah lain, mengingat sebagian besar merupakan sekolah swasta. Sementara beberapa sekolah negeri yang tidak terdaftar, katanya, lebih dikarenakan minimnya informasi yang didapat, dimana sebagian besar berlokasi di daerah terpencil. Sedangkan untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang belum terdaftar akibat tahun lalu tidak ikut dalam SNMPTN, karena lama studinya siswanya hingga empat tahun, jelasnya. Lebih lanjut ia menyebutkan, dari data tersebut hingga tanggal 15 Februari jumlah sekolah yang telah mengisi PDSS sebanyak 11.836 sekolah, termasuk di dalamnya 1.982 sekolah baru. Sementara untuk jumlah total siswa yang terdaftar dalam PDSS ini sebanyak 2.319.050 orang. Jumlah ini masih akan bertambah jika sekolah yang belum terdaftar itu segera menyelesaikan PDSS-nya. Sementara sebelumnya itu Wakil Rektor I Unand Febrin Anas Ismail mengatakan bahwa Unand masih terus melakukan sosialisasi SNMPTN 2014 ini untuk memberikan informasi dan pemahaman tentang metode saringan masuk melalui jalur undangan SNMPTN 2014. "Hal yang menjadi fokus dalam sosialisasi ini, yakni tata cara dan peraturan tentang penerimaan melalui SNMPTN ini," katanya. Ia menerangkan, sesuai aturan yang telah dikeluarkan Kementerian pendidikan pada akhir 2013 lalu, terdapat beberapa perbedaan tata cara pendaftaran. Seperti siswa SMK yang tamat 4 tahun pada 2013 boleh mendaftar dan mengikuti SNMPTN 2014i. Selain itu, dalam SNMPTN 2014 ini juga siswa SMA yang jurusan IPS tidak dibenarkan memilih program studi eksakta atau IPA. "Meskipun begitu kebijakan ini hanya berlaku sesuai ketentuan perguruan tinggi negeri masing-masing," katanya. Lebih lanjut kata Febrin, untuk peraturan secara keseluruhan tidak berbeda dengan tahun lalu. Seperti keharusan memiliki Nomor Induk Siswa Sekolah, dan Kewajiban sekolah mengumpulkan nama-nama siswa yang mendaftar dan melakukan pengawasan pada pendaftarannya. Sebagaimana tahun lalu juga, katanya, pada SNMPTN kali ini juga akan menerapkan sanksi berupa "blacklist" bagi sekolah yang melakukan kecurangan pada saat melakukan pendaftaran di PDSS. Febrin berharap dengan adanya sosialisasi ini dapat memudahkan siswa dan sekolah dalam mendaftar serta memilih perguruan tinggi favoritnya sesuai peraturan yang telah ditetapkan. (*/den/jno)