GAW: Sebagian Wilayah Sumbar Diselimuti Kabut Asap
Rabu, 19 Februari 2014 20:49 WIB
Kabut asap. (Antara)
Bukittinggi, (Antara) - Global Atmospheric Watch (GAW) atau Stasiun Pemantau Atmosfir Global di Bukik Koto Tabang Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengungkapkan sebagian wilayah Sumbar diselimuti kabut asap.
"Diperkirakan kabut asap di wilayah Sumbar akan terus terjadi hingga tujuh hari ke depan," kata Kepala Stasiun GAW Bukik Koto Tabang Edison Kurniawan, Rabu.
Ia mengatakan, Stasiun GAW baru melihat kabut asap secara global dan belum merinci daerah mana saja yang terkena dampak kabut asap tersebut.
"Kabut asap yang menyelumuti wilayah Sumbar itu berasal dari Provinsi Riau," katanya.
Ia mengemukakan, dari hasil analisis data yang telah dikumpulkan terjadi peningkatan kosentrasi untuk partikel debu dan unsur karbondioksida dalam enam hari terakhir.
Data itu, katanya, juga ditunjang dengan data "hot spot" yang menemukan 571 titik api di Provinsi Riau selama 10 hari terakhir.
Ia menjelaskan, kondisi dinamika lapisan bumi teratas juga memperlihatkan ada kecenderungan kelembaban udara yang rendah, yang bisa menyebabkan faktor kekeringan di sebagian daerah di Sumbar.
"Kondisi demikian akan rentan terjadinya kebakaran hutan atau kebakaran di lahan kering sehingga menyebabkan kabut asap. Bahkan akan sulit untuk hilang," katanya.
Ia mengatakan, kabut asap akan semakin tipis dan bisa hilang jika terjadi hujan.
Dari pantauan satelit, katanya, potensi hujan akan tipis karena sulitnya pembentukan awan serta tingkat kelembapan yang cenderung cukup kering.
Kabut asap saat ini baru terpantau di Kota Bukittinggi, Kabupaten Agam, Kota Payakumbuh dan Kabupaten 50 Kota.
Ia menegaskan, kabut asap di sebagian wilayah Sumbar tersebut masih berada di ambang batas normal dan belum berpengaruh besar bagi kesehatan manusia.
"Kami belum merekomendasikan warga untuk memakai masker jika ke luar rumah karena kabut asap yang terjadi masih tipis, dengan jarak pandang lima sampai 10 kilometer," katanya. (*/ham)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Prabowo minta Menkeu alokasikan sebagian uang Rp13 triliun korupsi CPO untuk LPDP
21 October 2025 9:20 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018