Presiden Nilai Jatim Layak Percontohan Penanganan Bencana
Rabu, 19 Februari 2014 7:47 WIB
Susilo Bambang Yudhoyono
Batu, (Antara) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menilai Provinsi Jawa Timur layak dijadikan contoh dalam proses penanganan bencana, merujuk pada proses penanganan erupsi Gunung Kelud.
"Jatim patut menjadi contoh. Letusan Gunung Kelud ini besar ada jutaan ton material di lempar ke atas. Tapi Alhamdulilah tidak ada satu pun korban jiwa karena letusan itu," kata Presiden saat menjenguk para pengungsi di Gedung Olahraga Ganesha Kota Batu, Jawa Timur, Selasa.
Ia mengatakan bahwa beberapa korban meninggal setelah letusan itu, karena sakit.
Menurut Presiden, hal itu dapat terwujud akibat kerja sama dan kesiapan seluruh pihak dalam menghadapi bencana tersebut.
Ia juga mengapresiasi masyarakat Jawa Timur yang kemudian turut berpatisipasi membantu warga yang terdampak letusan Gunung Kelud.
"Saya bangga dengan apa (kerja sama, red.) yang terjadi di Jawa Timur," kata Presiden merujuk pada semangat saling membantu antarmasyarakat.
Presiden dan Ibu Ani Yudhoyono menempuh perjalanan darat selama 11 jam untuk mencapai Madiun sebelum kemudian melanjutkan perjalanan ke Kediri, Blitar, Malang, dan Batu guna menemui para pengungsi dan melihat dampak letusan Gunung Kelud.
Erupsi pertama Gunung Kelud yang berada di perbatasan tiga kota, yakni Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Malang terjadi pada Kamis (13/2), pukul 22.50 WIB. Diperkirakan jumlah material vulkanik yang dimuntahkan mencapai 120 juta hingga 200 juta meter kubik.
Sebaran abu vulkanik dari Gunung Kelud pada Jumat (14/2) mencapai sejumlah tempat di wilayah Jawa Timur, D.I. Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Nusa Tenggara Barat (NTB).
Hal tersebut terjadi akibat letusan yang mencapai tinggi 17 kilometer dengan volume material abu sangat besar mencapai hingga 200 juta meter kubik terbawa angin ke berbagai arah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan pada ketinggian letusan 1.500 meter hingga 3.000 meter arah angin menuju utara dan timur laut, sedangkan ketinggian 5.000 meter angin mengarah ke barat laut.
Letusan antara ketinggian 10.000 hingga 15.000 meter arah angin menuju ke barat dan barat daya, sedangkan hingga ketinggian 17.000 meter arah angin menuju ke timur.
Turut dalam kunjungan kerja kali ini, antara lain Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Menko Kesra Agung Laksono, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Mensesneg Sudi Silalahi, Menkes Nafsiah Mboi, Mendikbud Mohammad Nuh. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kantor Pertahan Pasaman gelar persiapan pembaruan peta zona nilai tanah 2026
10 February 2026 19:22 WIB
DPRD Agam nilai pengadaan mobil dinas kepala daerah tak pas kondisi bencana
04 February 2026 18:00 WIB
Wawako Sawahlunto dorong penguatan pendidikan Al-Quran berbasis pemahaman nilai
30 January 2026 8:52 WIB
Masyarakat nilai pelayanan pertanahan Kementerian ATR/BPN semakin cepat dan informatif
22 January 2026 13:22 WIB
Sejalan dengan progul, Wawako Maigus Nasir nilai PORSEMA II dorong peningkatan kompetensi guru
15 January 2026 14:00 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018