4.660 Pendatang Ilegal Ditahan Sepanjang Operasi Imigrasi Malaysia
Senin, 17 Februari 2014 12:31 WIB
Kuala Lumpur, (Antara) - Sebanyak 4.660 pendatang tanpa izin dan 48 majikan ditahan sepanjang Operasi Bersepadu 6P di seluruh Malaysia yang dimulai pada 21 Januari.
Sebanyak 603 operasi besar-besaran dilancarkan di seluruh negara dengan melibatkan 7.517 petugas untuk memburu pendatang asing yang tidak mendaftar dalam Program Khas Pengurusan Pendatang Asing Tanpa Izin, kata Kepala Imigrasi Datuk Aloyah Mamat.
"48 orang majikan juga ditahan karena menggaji PATI," katanya seperti dikutip media lokal di Kuala Lumpur, Senin.
Pihaknya memperingatkan majikan supaya mematuhi peraturan dan prosedur jika ingin mempekerjakan pekerja asing.
"Tindakan tegas akan dikenakan terhadap majikan setelah hasil pengusutan mendapati mereka menggaji pekerja asing tanpa mengikuti prosedur yang ditetapkan," katanya.
"Perkara ini tidak boleh disepelekan karena akan merugikan mereka, sebab kami akan meningkatkan pemeriksaan terhadap majikan yang melakukan kesalahan," kata Aloyah Mamat.
Aloyah mengatakan, sampai saat ini sebanyak 3.988 pendatang tanpa izin sudah dideportasi ke negara asal.
Sementara itu, dalam operasi yang digelar di Taman Pelangi, Butterworth, Pulau Pinang, pihak imigrasi menahan 45 warga asing atas berbagai kesalahan termasuk penggunaan dokumen pekerjaan palsu, melebihi masa tinggal, serta tidak memiliki dokumen perjalanan yang sah.
Ke-45 warga asing tersebut terdiri atas 26 warga negara Indonesia, Myanmar (10), Bangladesh (tiga), Nepal (tiga), India (dua) dan Vietnam (satu). (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Chintya Gabriella rilis lagu "Tak Apa Tanpamu", proses "move on" dari sebuah hubungan asmara yang kandas
12 August 2022 11:34 WIB, 2022
11 WNI korban tewas kapal terbalik di Johor Baru, pendatang ilegal ke Malaysia
16 December 2021 7:33 WIB, 2021
Khawatir terjadi lonjakan kasus, Kemenkes teliti mutasi virus yang berpotensi dibawa pendatang India
27 April 2021 6:58 WIB, 2021
Tak punya SIKM, pendatang di Terminal Pulo Gebang akan dikarantina atau dipulangkan
26 May 2020 9:59 WIB, 2020
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018