Pemimpin Protes Suthep Tolak Berunding dengan Pemerintah
Sabtu, 15 Februari 2014 19:23 WIB
Bangkok, (Antara/TNA-0ANA) - Pemimpin protes Thailand, Suthep Thaugsuban, menegaskan kembali sikapnya bahwa kabinet sementara harus mengundurkan diri untuk membuka jalan bagi pemerintahan rakyat.
Dia dengan tegas mengesampingkan perundingan dengan pemerintahan Yingluck Shinawatra.
Dalam pidato yang keras di lokasi protes Pathumwan Jumat malam, Sekjen Komite Reformasi Demokratik Rakyat (PDRC) itu mengatakan dia tidak percaya dengan usulan orang-orang netral untuk menengahi konflik politik dan tidak percaya apa yang pemerintah nasional sebut akan berhasil dalam mereformasi Thailand.
"Satu-satunya resolusi untuk Thailand adalah pengunduran diri segera Yingluck dan pengikutnya. Setelah mereka pergi, orang-orang pemerintah akan dibentuk. Ini akan menjadi pemerintahan yang sah untuk mengembalikan uang kepada petani dan segera memulai reformasi nasional," katanya.
"Masalah perundingan dikemukakan lagi. Pertanyaan saya adalah dengan siapa kita bernegosiasi? Seseorang mengatakan Yingluck dan saya harus bernegosiasi. Saya pernah mengatakan di depan kepala militer bahwa saya tidak akan bernegosiasi dengan boneka."
Setelah Yingluck mengundurkan diri, kata Suthep, pemerintahan rakyat dan majelis rakyat akan dibentuk dengan tujuan reformasi Thailand dalam tempo 12-18 bulan.
Sekjen PDRC mengatakan para pengunjuk rasa, terutama pendukung Jaringan Mahasiswa dan Masyarakat untuk Reformasi Thailand (NSPRT), yang tidak gentar oleh upaya pemerintah untuk merebut kembali situs protes yang diduduki di Ratchdamnoen Avenue dan Jalan Chaeng Wattana Jumat pagi.
Para pengunjuk rasa jaringan mahasiswa telah berhasil merebut kembali situs unjuk rasa Ratchdamnoen dekat Gedung Pemerintah, katanya, dan menambahkan bahwa polisi tidak bisa merebut kembali satu incipun lokasi protes di Jalan Chaeng Wattana meskipun terjadi konfrontasi kemarin.
Dia mengatakan polisi tidak dapat mengusir pengunjuk rasa di Kementerian Dalam Negeri setelah pendukung PDRC bergegas dari lokasi unjuk rasa di Taman Lumpini untuk membantu mereka.
Polisi menggerebek situs unjuk rasa di Ratchdamnoen Avenue, Jalan Chaeng Wattana dan Kementerian Dalam Negeri Jumat pagi dalam upaya merebut kembali tempat protes, tetapi mereka tidak berhasil dan akhirnya mundur. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mahasiswa UIN Mahmud Yunus Batusangkar gelar aksi simbolik protes jalan provinsi berlubang
30 January 2026 17:07 WIB
Arya Sinulingga bantah kabar PSSI belum layangkan protes resmi ke AFC
14 October 2024 5:13 WIB, 2024
Sufmi Dasco sebut hakim tidak perlu cuti untuk protes terkait kesejahteraan
30 September 2024 12:10 WIB, 2024
Penjelasan Kadispar Bali atas protes 17 wisman soal suara kokok ayam di pagi hari
07 March 2023 6:28 WIB, 2023
Pemimpin Tertinggi Iran ampuni puluhan ribu tahanan termasuk anti-pemerintah
06 February 2023 6:05 WIB, 2023
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018