Presiden Korsel Peringatkan Korut Tetap Jalankan Rencana Reuni
Jumat, 7 Februari 2014 13:55 WIB
Seoul, (Antara/AFP) - Presiden Korea Selatan Park Geun-Hye pada Jumat memperingatkan pihak Korea Utara untuk tidak mengingkari kesepakatan untuk menjadi tuan rumah acara reuni bagi keluarga yang terpisah akibat Perang Korea.
Komentar Presiden Park itu disampaikan sehari setelah pihak Korut menyatakan akan mempertimbangkan kembali komitmennya untuk acara reuni keluarga, terkait dengan latihan militer gabungan Korea Selatan-Amerika Serikat dan adanya artikel "fitnah" di media Korea Selatan.
Padahal, kedua belah pihak dalam pembicaraan pada Rabu (5/2) telah setuju untuk mengadakan reuni bagi beberapa ratus anggota keluarga Korea pada 20-25 Februari.
Sebelumnya, acara reuni serupa telah direncanakan untuk dilaksanakan pada September lalu, namun Korea Utara membatalkan rencana reuni empat hari sebelum acara itu dilaksanakan. Oleh karena itu, President Park menekankan pada Korut untuk tidak mengulang tindakan yang sama kali ini.
"Korea Utara tidak boleh lagi mengulang tindakan yang menyakiti keluarga yang terpisah begitu dalam," kata Park sebelum memulai pertemuan dengan para pejabat pemerintahan dan militer Korsel.
Park lebih lanjut mengatakan reuni keluarga akan memberikan momentum bagi rekonsiliasi di semenanjung Korea.
Namun, ia juga menyatakan keprihatinan atas "ketidakstabilan" di Korea Utara setelah adanya "pembersihan" dan eksekusi terhadap paman dari pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un dan mentor politik Korut Jang Song-Thaek.
Sejak awal tahun ini, Korea Utara telah memainkan dua peranan yaitu sebagai elang dan merpati, dimana Korut sempat mengancam Korsel jika tetap melanjutkan rencana latihan militer gabungan dengan AS, tetapi Korut juga mengusulkan serangkaian langkah-langkah potensial untuk mengurangi ketegangan.
"Baru-baru ini, Korea Utara telah mengusulkan langkah-langkah perdamaian, tetapi kita harus tetap dan lebih waspada dalam segala hal," kata Presiden Park.
"Kita harus mempertahankan postur pertahanan yang kuat dalam rangka mencegah tindakan provokatif oleh Korea Utara. Dan jika Korut memang memprovokasi, kita harus menghukum mereka secara menyeluruh," lanjutnya.
Jutaan warga Korea telah dipisahkan oleh Perang Korea yang berlangsung pada 1950-1953, dan sebagian besar dari mereka telah meninggal dunia tanpa pernah berkomunikasi sama sekali dengan keluarga yang selamat. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Saat bertemu Presiden Lee, Prabowo cerita anak muda Indonesia gandrung K-Pop
01 November 2025 20:05 WIB
Ini daftar negara lolos Piala Asia U-23: Korsel hingga Vietnam dapat tiket
10 September 2025 10:28 WIB
Timnas Indonesia tidak minder segrup dengan Korsel di Kualifikasi Piala Asia U-23
30 May 2025 17:56 WIB
Piala Sudirman 2025 : Alwi bawa Indonesia samakan kedudukan 1-1 melawan Korsel
03 May 2025 20:00 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018