Sana, (Antara/AFP) - Sebuah mortir ditembakkan Ahad malam ke arah Kedutaan Besar Prancis di Yaman, sementara sebuah bom mobil meledak beberapa meter di pusat diplomatik di Sanaa, kata satu sumber polisi Senin. "Dua serangan terjadi setelah tengah malam. Tidak ada korban," kata sumber itu. Mortir jatuh di blok beton, yang dipasang untuk alasan keamanan di jalan menuju ke kedutaan, katanya menambahkan. Ledakan itu terjadi tak lama setelah sebuah mobil meledak di jalan utama di dekatnya. "Mortir mendarat sekitar tiga puluh meter dari dinding kedutaan Prancis," sementara mobil "diparkir di tengah antara kedutaan dan kediaman mantan presiden Ali Abdullah Saleh di ibu kota diplomatik distrik Hadda, kata sumber yang sama. ledakan terjadi tak lama setelah dua perangkat meledak di satu minibus yang diparkir di pusat Sanaa tidak jauh dari kementerian pertahanan, juga tidak menyebabkan adanya korban, kata satu sumber militer kepada AFP. Tindak kekerasan semacam telah meningkat di Yaman di mana gerilyawan Syiah Huthi telah terdorong keluar dari pegunungan utara jauh ke daerah-daerah lebih dekat ke Sanaa, untuk memperluas satuan otonomi yang mereka harapkan seperti yang dijanjikan pemerintah federal Yaman. Prospek federal Yaman awalnya diperdebatkan sebagai cara untuk mengatasi keluhan selatan sebelumnya merdeka, di mana ketegangan cukup tinggi dan kekerasan separatis meningkat. Gerilyawan Al-Qaida juga telah menangkap orang-orang asing di negara miskin yang mengalami transisi sulit sejak protes-protes Musim Semi Arab meluas di seluruh negeri untuk memaksa Saleh mundur pada Februari 2012 setelah 33 tahun berkuasa. (*/sun)