Kiev, (Antara/AFP) - Angkatan bersenjata Ukraina untuk pertama kali, Jumat mendesak Presiden Viktor Yanukovych melakukan "tindakan-tindakan penting" untuk meredakan krisis di negara bekas Sovyet itu. "Para prajurit dan karyawan angkatan bersenjata Ukraina menyerukan panglima tertinggi untuk melakukan langkah-langkah mendesak dalam batas undang-undang yang ada untuk menstabilkan situasi di negara itu dan mencapai kerukunan dalam masyarakat," kata kementerian pertahanan dalam satu pernyataan. Yanukovych adalah komandan tertinggi angkatan bersenjata Ukraina. Para prajurit dan karyawan angkatan bersenjata menyebut pendudukan kantor-kantor pemerintah tidak dapat diterima, yang menghambat para wakil negara dan pihak berwenang lokal melaksanakan tugas-tugas mereka," kata pernyataan itu. Mereka"menyatakan bahwa peningkatan lebih jauh konfrontasi mengancam integritas wilayah negara itu,"tambah pernyataan itu. Sejak November, Yanukovych memerangi aksi-aksi protes terhadap keputusannya untuk membatalkan satu perjanjian penting dengan Uni Eropa atas tekanan dari Rusia. Sejak itu meningkat menjadi pemberontakan yang berusaha menggulingkan presiden itu. Kemelut di Ukraina tidak menunjukkan tanda-tanda mereda dan Yanukovych, Kamis mengambil cuti sakit setelah kekejaman oposisi "yang tidak bertanggung jawab" atas ketegangan yang meningkat itu. Dalam kesedihan yang dalam yang jarng ditunjukannya, Kamis , Yanukovych mengakui kesalahan-kesalahan dan berjanji akan menunjukkan "pengertian yang lebih banyak bagi tuntutan-tuntutan dan ambisi-ambisi rakyat". Oposisi dan para pendukung mereka dalam unjuk rasa di jalan-jalan menolak menghentikan aksi mereka, dengan para pemimpin gerakan protes termasuk juara tinju dunia yang terjun ke dunia politk Vitali Klitschko bersia-siap untuk bertemu dengan para pejabat penting Uni Eropa dan Amerika Serikat di Jerman akhir pekan ini. (*/WIJ)