Brahimi Tak Berharap Hasil Penting dari Perundingan Suriah
Kamis, 30 Januari 2014 11:33 WIB
Jenewa, (Antara/Xinhua-0ANA) - Utusan Khusus Liga Arab-Perserikatan Bangsa Bangsa untuk Suriah Lakhdar Brahimi Rabu mengatakan bahwa kesenjangan antara kedua pihak begitu besar, dan dia tidak berharap untuk mencapai hasil yang substantif dari perundingan damai Suriah yang sedang berlangsung.
Brahimi mengatakan dalam konferensi pers setelah pertemuan Rabu, bahwa hari kelima pertemuan bersama antara delegasi pemerintah Suriah dan oposisi terlibat diskusi-diskusi tentatif megenai badan transisi yang memerintah.
"Kami berbicara tentang badan transisi, tetapi tentu saja itu adalah diskusi yang sangat, sangat awal," kata Brahimi.
Kedua pihak bersedia untuk melanjutkan pembicaraan, namun kesenjangan antara keduanya "cukup besar", katai Brahimi mencatat.
Isu-isu kemanusiaan, khususnya tentang Homs, juga salah satu topik yang dibahas dalam pertemuan Rabu, menurut Brahimi, yang mengatakan bahwa perundingan antara PBB dan pemerintah Suriah masih berlangsung.
Mediator PBB menambahkan bahwa putaran pembicaraan diharapkan akan disimpulkan pada Jumat ketika mereka akan membahas tanggal-tanggal untuk melanjutkan sesi berikutnya, "kemungkinan besar setelah sekitar sepekan."
Utusan khusus mengatakan ia tidak mengharapkan "sesuatu yang substantif" dapat dicapai dari pertemuan pertama kalinya ini.
"Ini (pertama kali) adalah apa yang saya pikir kami akan lakukan, hanya berbicara satu sama lain dan juga setuju bahwa kami akan terus berbicara satu sama lain. Jadi ini adalah apa yang telah kita capai," kata Brahimi, dan berharap pembicaraan babak kedua "akan lebih terstruktur dan mudah-mudahan lebih produktif."
Perwakilan dari kedua pihak Rabu melakukan pembahasan-pembahasan dalam rangka Komunike Jenewa yang diadopsi setelah konferensi internasional Jenewa I, konferensi internasional pertama tentang Suriah diadakan di sini pada tahun 2012.
Tetapi kedua pihak bertentangan sehubungan dengan urutan pembahasan masalah.
Pihak pemerintah bersikeras bahwa menghentikan terorisme adalah prioritas utama mereka, sedangkan oposisi mencoba untuk fokus pada pembentukan badan transisi.(*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
WFA Lebaran 2026 Ditetapkan, Pemerintah Imbau Perusahaan Tak Pangkas Cuti Karyawan
12 February 2026 16:03 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Persib vs Borneo batal bentrok di pekan ke-21, klasemen papan atas tak bergeser
12 February 2026 7:55 WIB
Carrick akui Manchester United tak maksimal saat diimbangi West Ham United
11 February 2026 13:17 WIB
Coach Matias Ibo di Bulan K3 Semen Padang: Latihan Fisik Tak Harus Berat, tapi Harus Konsisten
11 February 2026 12:27 WIB
Borneo kalahkan Bhayangkara 2-1,pastikan tak terkejar Persija di pekan ke-20
07 February 2026 20:40 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018