Jenewa, (Antara/Xinhua-0ANA) - Utusan Khusus Liga Arab-Perserikatan Bangsa Bangsa untuk Suriah Lakhdar Brahimi Rabu mengatakan bahwa kesenjangan antara kedua pihak begitu besar, dan dia tidak berharap untuk mencapai hasil yang substantif dari perundingan damai Suriah yang sedang berlangsung. Brahimi mengatakan dalam konferensi pers setelah pertemuan Rabu, bahwa hari kelima pertemuan bersama antara delegasi pemerintah Suriah dan oposisi terlibat diskusi-diskusi tentatif megenai badan transisi yang memerintah. "Kami berbicara tentang badan transisi, tetapi tentu saja itu adalah diskusi yang sangat, sangat awal," kata Brahimi. Kedua pihak bersedia untuk melanjutkan pembicaraan, namun kesenjangan antara keduanya "cukup besar", katai Brahimi mencatat. Isu-isu kemanusiaan, khususnya tentang Homs, juga salah satu topik yang dibahas dalam pertemuan Rabu, menurut Brahimi, yang mengatakan bahwa perundingan antara PBB dan pemerintah Suriah masih berlangsung. Mediator PBB menambahkan bahwa putaran pembicaraan diharapkan akan disimpulkan pada Jumat ketika mereka akan membahas tanggal-tanggal untuk melanjutkan sesi berikutnya, "kemungkinan besar setelah sekitar sepekan." Utusan khusus mengatakan ia tidak mengharapkan "sesuatu yang substantif" dapat dicapai dari pertemuan pertama kalinya ini. "Ini (pertama kali) adalah apa yang saya pikir kami akan lakukan, hanya berbicara satu sama lain dan juga setuju bahwa kami akan terus berbicara satu sama lain. Jadi ini adalah apa yang telah kita capai," kata Brahimi, dan berharap pembicaraan babak kedua "akan lebih terstruktur dan mudah-mudahan lebih produktif." Perwakilan dari kedua pihak Rabu melakukan pembahasan-pembahasan dalam rangka Komunike Jenewa yang diadopsi setelah konferensi internasional Jenewa I, konferensi internasional pertama tentang Suriah diadakan di sini pada tahun 2012. Tetapi kedua pihak bertentangan sehubungan dengan urutan pembahasan masalah. Pihak pemerintah bersikeras bahwa menghentikan terorisme adalah prioritas utama mereka, sedangkan oposisi mencoba untuk fokus pada pembentukan badan transisi.(*/sun)