Bangkok, (Antara/TNA-0ANA) - Suthep Thaugsuban, pemimpin unjuk rasa Thailand, bertekad melawan tanpa henti dan tanpa kompromi, meskipun keputusan terkini pemerintah melanjutkan pemilihan umum 2 Februari. "Kami tidak akan berunding atau kompromi. Komite Reformasi Demokratis Rakyat (PDRC) akan berperang sampai kita menang. Jika polisi ingin menangkap saya seperti yang diumumkan kepala polisi nasional, silakan lakukan. Saya siap melawan," kata mantan wakil perdana menteri itu Kamis. Kepala Polisi Nasional, Adul Saengsingkaew, mengatakan polisi harus berhati-hati dalam menangkap Suthep, dan menambahkan bahwa langkah-demi-langkah rencana telah dipetakan. Wakil Perdana Menteri/Menteri Luar Negeri Surapong Tovichakchaikul, dalam kapasitasnya sebagai ketua Pusat Administrasi Ketentraman dan Ketertiban (CAPO), memerintahkan polisi segera menangkap Suthep dan pemimpin protes lainnya. Jenderal Pol Adul mengatakan, "Ini tujuan kami, tetapi kami harus berhati-hati dan sabar." Ia mengatakan ia sangat prihatin tentang infiltrasi politik oleh pihak ketiga dan menginstruksikan polisi di pos pemeriksaan untuk benar-benar memeriksa senjata. Mengenai seruan PDRC untuk memindahkan kantor CAPO keluar dari Mabes Polisi, Jenderal Pol Adul mengatakan, "Itu urusan saya." (*/sun)