Beirut, (Antara/AFP) - Jihad untuk memerangi gerilyawan Suriah telah mengambil aksi berupa serangan bunuh diri sebanyak 16 kali pada pekan silam, kebanyakan berupa bom mobil yang menewaskan puluhan pejuang oposisi dan warga sipil, Pemantau Hak Asasi Manusia Suriah melaporkan, Minggu. Serangan bom bunuh diri terjadi dalam sembilan hari peperangan kelompok jihad Irak terhadap kelompok gerilyawan. " 16 pembom bunuh diri meledakkan diri mereka sendiri pekan lalu, kebanyakan dari bom mobil, sebagian memakai sabuk peledak," kata direktur LSM pemantau HAM, Sami Abdel Rahman. "Puluhan orang di Aleppo, Idlib, Homs dan Provinsi Raqa terbunuh dalam serangan seperti itu," kata Abdel Rahman kepada AFP. Pada hari Sabtu saja, 39 orang terbunuh dalam serangan di Aleppo, Idlib dan Provinsi Raqa, menurut LSM tersebut. Menurut kelompok gerilya Ahrar al-Sham yang memimpin peperangan di beberapa daerah, "mereka menggunakan serangan bunuh diri untuk meneror masyarakat secara keseluruhan, bukan hanya kepada para petempur." Lembaga pemantau berpusat di Inggris pada Minggu juga mengatakan, para gerilyawan melancarkan aksi perlawanan di kota Naqarin, sebelah barat laut Aleppo, sehari setelah para pegiat mengatakan bahwa pasukan rejim menguasai daerah itu. Lebih dari 130.000 orang terbunuh di Suriah dan jutaan orang tercerai-berai dari rumah mereka sejak krisis mencabik negara itu pada Maret 2011. Pada Sabtu lalu 232 orang terbunuh di seluruh Suriah, kebanyakan mereka adalah pihak yang setia pada rejim, gerilyawan dan kaum jihad. (*/WIJ)