Taiwan Terima Kiriman Pertama Rudal Anti-Kapal
Rabu, 8 Januari 2014 15:46 WIB
Taiwan, (Antara/AFP) - Taiwan menerima kiriman pertama peluru kendali anti-kapal yang dipesan dari Amerika Serikat untuk kapal selamnya, guna memperkuat kemampuan tempur mereka.
Taiwan memesan peluru kendali Harpoon pada 2008 sebagai bagian dari pembelian senjata senilai 6,5 miliar dolar Amerika Sertikat, yang memicu kecaman keras Beijing.
Pulau itu telah memiliki Harpoon, yang dipasang di kapal frigat dan pesawat jet tempur F-16-nya.
Kelompok pertama dari pengiriman rudal tersebut untuk dua kapal selam angkatan laut yang dibangun Belanda dan telah dikirim ke Taiwan, kata kantor berita negara Central News Agency, mengutip laporan baru-baru ini pada pertemuan tertutup parlemen oleh wakil menteri pertahanan Andrew Hsia.
"Peluru kendali itu akan dapat memperluas jangkauan serang dua kapal selam dengan kemampuan mencolok, memungkinkan mereka bisa meluncurkan serangan pendahuluan ketika diperlukan," kata Hsia seperti dikutip.
Laporan itu mengatakan, Taiwan menghabiskan 5,9 miliar dolar Taiwan (194 juta dolar AS) untuk rudal, tetapi tidak mengatakan berapa banyak yang telah dibeli dan berapa jumlah yang telah disampaikan.
Peluru kendali itu memiliki jangkauan 278 kilometer, hampir sepuluh kali kisaran torpedo yang saat ini menjadi persenjataan utama kapal selam mereka.
Kementerian pertahanan menolak untuk mengomentari laporan-laporan tersebut.
Kesepakatan AS juga termasuk pencegat rudal Patriot canggih dan
helikopter serang Apache.
Taiwan membeli persenjataan terutama untuk mencegah serangan oleh China. Kedua pihak telah berpisah pada tahun 1949 namun China masih menganggap pulau itu sebagai bagian dari wilayahnya yang sedang menunggu reunifikasi.
Hubungan keduanya membaik sejak Ma Ying-jeou dari Partai Kuomintang Taiwan yang bersahabat dengan China berkuasa pada 2008 dan terpilih kembali pada Januari 2012.
Tetapi China masih mengancam akan menduduki Taiwan seandainya pulau itu mengumumkan kemerdekaan secara resmi, dan memicu untuk mencari senjata yang lebih maju - sebagian besar dari Amerika Serikat. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sebanyak 100 UMKM Terdampak Bencana di Pariaman Terima Bantuan BI--Kementerian
10 February 2026 15:34 WIB
Kementerian ATR/BPN terima penghargaan dari INDOPOSCO atas diseminasi strategi komunikasi yang paling masif
04 February 2026 10:11 WIB
Dapat dukungan penuh tangani bencana, Gubernur Mahyeldi sampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo
03 February 2026 10:35 WIB
Pemkab Pasaman Barat terima sertifikat tanah upaya percepatan pembangunan Sekolah Rakyat
02 February 2026 14:37 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018