AS akan Kirim 800 Tentara ke Korsel dan Peringatkan Korut
Rabu, 8 Januari 2014 13:27 WIB
Washington, (Antara/AFP) - Amerika Serikat Selasa mengatakan pihaknya akan mengirim 800 tentara lagi ke Korea Selatan sementara sekutu itu memperingatkan Korea Utara untuk tidak melakukan provokasi, saat kekhawatiran meningkat atas stabilitas pemerintah itu.
Di tengah-tengah kecemasan setelah pemimpin Korut Kim Jong-Un mengeksekusi pamannya ,Menteri Luar Negeri AS John Kerry bertemu dengan Menlu Korsel Yun Byung-Se di Washington dan mengatakan"tidak ada perpecahan" antara kedua negara.
"Kami tetap berjanji penuh untuk membela Republik Korea, termasuk melalui pencegahan serangan dan menempatkan sepenuhnya kemampuan militer AS," kata Kerry mengacu pada nama Korsel.
"Kami akan terus memodernisasi kemampuan kami agar kami siap menghadap setiap ancaman," kata Kerry.
Pentagon mengatakan Angkatan Darat AS akan mengirim 800 tentara lagi bersama dengan kendaraan-kendaraan lapis baja dan tank-tank mulai bulan depan ke kamp-kamp Hovey dan Stanley dekat garis demarkasi dengan Korut.
Penggelaran bergilir itu dari Batalyon I, Resimen Kavaleri XII adalah bagian dari perubahan strategi AS ke arah kawasan Asia-Pasifik" dan memungkinkan tanggapan lebih luas lebih dalam menghadapi kebutuhan-kebutuhan operasional," kata Pentagon dalam satu pernyataan.
Juru bicara Pentagon Kolonel Steven Warren mengatakan AS, yang telah menggelar 28.500 tentara di Korsel, akan meningkatkan kehadirannya melalui keputusan itu tetapi langkah itu "telah lama direncanakan."
"Ini adalah satu penambahan," kata Warren kepada wartawan.Unit kavaleri yang "siap tempur" akan menjalankan tugas mereka selama sembilan bulan dan meninggalkan 40 kendaraan tempur lapis bajanya Bradley dan 40 tank M1 Abram bagi pasukan yang menyertai peralatan-peralatan itu, kata Pentagon.
Korsel dan AS terkejut ketika Korut melakukan tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang secara terbuka mengumumkan pengeksekusian Jang Song-Thaek, paman pemimpin muda Kim Jong-Un dan mantan mentor-- karena dituduh melakukan satu persekongkolan.
Yun, yang juga mengunjungi Pentagon, mengatakan AS dan Korsel sedang melakukan konsultasi erat dengan China-- sekutu paling dekat Korut--mengenai program senjata-senjata nuklir Korut dan membicarakan "ketidakstabillan yang meningkat" pemerintah itu.
Dalam hal terjadi provokasi Korut, Korsel dan AS akan menanggapinya dengan keras sesuai dengan kondisi pertahanan gabungan kami," kata Yun kepada wartawan.
Kerry menyatakan dukungannya bagi usaha-usaha diplomatik oleh Presiden Korsel Park Geun -Hye, yang mengusulkan dimulainya kembali reuni para keluarga berusia lanjut yang terpisah akibat Perang Korea tahun 1950-1953,
Park, kendatipun memperingatkan bahaya-bahaya dari Korut, juga mengatakan pada Senin bahwa Krsel akan meningkatkan bantuan kemanusiaan kepada Korut melalui organisasi-organisasi internasional.
Kekhawatiran akan terjadi konflik itu muncul ketika bintang pemain basketbal AS Dennis Rodman melakukan kunjungan ke Korut, di mana ia akan bermain dalam satu pertandingan Rabu untuk merayakan ulang tahun Kim.
Rodman menolak kecaman pada kunjungannya itu, yang dilakukan pada saat Korut memenjarakan missionaris AS Kenneth Bae. AS mengatakan Rodman sedang memainkan peran tidak resmi. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Resmi perpanjang kontrak, Thomas Tuchel akan terus latih Inggris hingga 2028
13 February 2026 4:41 WIB
Persita dalam bidikan Semen Padang FC yang akan buktikan kekuatan di kandang
04 February 2026 14:13 WIB
Pemprov Sumbar Akan prioritaskan ke Daerah Terdampak Bencana pada Kegiatan Safari Ramadhan Tahun 2026
02 February 2026 15:31 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018