Kampala, (Antara/Xinhua-OANA) - Lebih 8.000 Kongo orang telah memasuki Uganda, setelah serangan gerilyawan di bagian timur Republik Demokratik Kongo (DRC), demikian laporan yang dikeluarkan oleh Komisariat Tinggi PBB Urusan Pengungsi (UNHCR) di Kampala, Selasa (7/1). Orang Kongo tersebut melarikan diri akibat serangan pada 25 Desember oleh kelompok gerilyawan Uganda Pasukan Demokratis Bersatu (ADF) di bagian timur Kamango dan Kikingi, DRC Timur. Selanjutnya terjadi pertempuran yang melibatkan militer Kongo dan pasukan campur tangan PBB. ADF memiliki pangkalan di DRC Timur dan belum lama ini kelompok tersebut telah menyerang warga sipil. "Kebanyakan pengungsi tinggal di masyarkat, sementara 2.600 orang didaftar di pusat persinggahan di Kabupaten Bundibugyo," kata laporan itu, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu siang. Tempat persinggahan tersebut dibuka pada pertengahan Juli untuk menampung arus awal pengungsi akibat pertempuran serupa di Kamango dan sekitarnya, yang meletus pada 11 Juli 2013. Ada sebanyak 2.200 orang Kongo di Pusat Persinggahan Nyakabande di Uganda Barat-daya dan sebanyak 3.000 lagi orang Kongo yang tiba baru-baru ini di Daerah Koboko di Uganda Barat-laut. (*/sun)