Pemimpin China Tak akan Berbicara dengan Abe
Selasa, 31 Desember 2013 7:09 WIB
Beijing, (Antara/Xinhua-OANA) - Para pemimpin China tak akan berdialog dengan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, kata juru bicara Kemenlu China, Qin Gang.
"Berbicara tentang sosok pemimpin Jepang semacam dia (Abe), rakyat China tentu tidak akan menyambutnya, sehingga para pemimpin China tak diragukan lagi enggan untuk berbicara dengan dia," kata Qin dalam jumpa pers rutin, Senin.
Qin menyampaikan hal itu sebagai respon atas pertanyaan apakah China akan membolehkan Abe berkunjung ke China atau kemungkinan para pemimpin China mau menemui Abe.
"Abe telah membuat perhitungan yang salah terkait hubungan China-Jepang dan terus membuat blunder," kata Qin.
Sejak menjabat, Abe telah meningkatkan upaya dalam memperbaiki hubungan dengan China. Tetapi faktanya, Abe sendiri telah menutup pintu dialog dengan para pemimpin China, kata Qin.
"Abe semakin nyata dalam tindakan salahnya," kata Qin.
Dia mengatakan bahwa meski mendapat tentangan dan pernyataan tegas dari China, Abe tetap bersikeras mengunjungi Kuil Yasukuni yang didirikan untuk menghormati para penjahat perang.
Dia mengatakan kunjungan Abe ke kuil tersebut merupakan upaya untuk membalikkan upaya pengadilan Tokyo terhadap penjahat perang, memutihkan sejarah agresi dan kolonialisme yang dilakukan oleh Jepang serta menolak hasil perang anti-fasisme yang terjadi di dunia.
"Langkah tersebut sengaja dilakukan untuk menginjak-injak kesadaran manusia dan tantangan tak bermoral bagi keadilan dan kebenaran," kata Qin.
Qin mengatakan "penjahat kelas satu" yang dihormati di kuil tersebut meruakan mereka yang merencanakan, memulai dan melakukan agresi.
"Para penjahat itu tangannya berlumuran darah dan sudah diadili oleh pengadilan sebagai kriminal," katanya.
"Tindakan tersebut bertentangan dengan kehendak rakyat China dan Jepang serta melukai kepentingan , dia bertanggung jawab sepenuhnya atas suramnya situasi bilateral kedua negara saat ini," kata Qin.
Abe berkunjung ke Kuil Yasukuni pada Kamis dengan maksud menziarahi para korban perang yang mengabdi untuk Jepang.
Usai melakukan kunjungan yang kontroversial itu, Abe mengatakan bahwa dia memandang hubungan dengan China dan Korea Selatan sebagai sesuatu yang penting.
"Saya berharap berkesempatan untuk menjelaskan kepada China dan Korea Selatan bahwa memperkuat hubungan dengan mereka akan tetap menjadi kepentingan nasional," kata Abe kepada wartawan di Tokyo, Kamis.
China dan Korea Selatan sebelumnya telah berulang kali menyatakan kemarahan terhadap siapapun politisi Jepang yang berkunjung ke Kuil Yasukuni.
Kuil ini dipandang oleh sebagian orang Asia Timur sebagai simbol militerisme masa lalu Jepang.
Abe juga mengatakan bahwa kunjungannya ke kuil itu justru untuk menyampaikan janji bahwa Jepang tidak akan berperang lagi dan tidak dimaksudkan untuk menyakiti China atau Korea Selatan.
"Saya memilih hari ini untuk mendoakan (roh-roh yang abadi) dan berjanji tidak akan pernah lagi membuat orang menderita karena perang," kata Abe.
"Saya tidak punya niat sama sekali untuk menyakiti perasaan orang China atau Korea Selatan," katanya. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kompetensi bahasa asing dan karakter adaptif antarkan Indira dari Sawahlunto berkuliah ke China
30 October 2025 17:09 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018