Simpang Empat (ANTARA) - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan pemilihan wali nagari (kepala desa) di Sumatera Barat yang dilakukan  secara elektronik (e-voting) merupakan pemilihan langsung yang aman, jujur, akuntabel dan tepercaya.

"Kita telah melaksanakan pemilihan langsung di 28 kabupaten di Indonesia. Jika tidak ada halangan pemilihan secara e-voting ke 29 akan kita laksanakan di Kabupaten Pasaman Barat untuk memilih 87 wali nagari," kata Perekayasa Ahli Utama Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN Andrari Grahitandaru saat peluncuran  dan sosialisasi pemilihan wali nagari secara elektronik di Simpang Empat, Rabu.

Dia  mengapresiasi keinginan Pasaman Barat untuk melaksanakan pemilihan secara elektronik karena sudah terbukti aman dan hasilnya terpercaya.

Menurutnya sebagai pelaksananya nanti ditunjuk PT Intens sebagai pemegang lisensi e-voting BRIN.

Pemilihan e-voting telah sesuai regulasi yakni langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.

Penggunaan  e-voting  akurat karena pemungutan dan penghitungan suara melalui perangkat digital tanpa rekayasa dan kesalahan perhitungan. Lalu demokratis karena  pemilih diverifikasi dan hanya memiliki satu hak suara untuk memilih calon yang diinginkan .

Kemudian rahasia atau tidak ada yang mengetahui pilihan setiap pemilih. Cepat karena  hasil perhitungan suara dapat ditampilkan langsung setelah pemilihan ditutup serta transparan, seluruh hasil dan proses pemungutan suara dapat diaudit.

"Kita juga melakukan audit dengan menyiapkan kotak audit di setiap bilik suara sebagai bukti telah berhasil memilih," katanya.

Direktur PT Intens Riski Utama mengatakan dalam pemilihan e-voting pihaknya menyiapkan perangkat digital. Pemilih bisa datang ke tempat pemilihan suara ke meja pendaftaran dengan membawa KTP elektronik.

Setelah itu akan dilakukan verifikasi pemilih memakai KTP, setelah itu hasil verifikasi terintegrasi dengan aplikasi daftar pemilih tetap (DPT).

"Jika telah terverifikasi maka surat suara berupa smart card. Kartu itu untuk mengakses surat suara elektronik dan setelah diakses akan muncul gambar dan nama calon," ujarnya.

Setelah itu pemilih akan menentukan pilihannya dengan menyentuh pilihannya di perangkat yang telah disiapkan.

"Pemilih cuma bisa menyentuh layar dua kali yakni ketika menentukan pilihan dan konfirmasi. Setelah itu akan keluar kertas struk yang nanti akan dimasukkan ke kotak audit," katanya menjelaskan.

Setelah itu sistem menghitung secara otomatis dan setelah itu akan muncul pemenang.

"Artinya dengan sistem ini tidak akan ada pemilih ganda dan hasilnya bisa dipertanggungjawabkan," katanya.

Sementara itu Bupati Pasaman Barat Yulianto mengatakan pemilihan e-voting merupakan upaya menciptakan pemilihan yang aman, efisien dan cepat.

"Mudah-mudahan pelaksanaan e-voting nanti dapat berjalan dengan aman dan menghasilkan pemimpin yang benar-benar diinginkan masyarakat," sebutnya.

Dia menilai dengan adanya sosialisasi dan simulasi yang dilakukan oleh BRIN dan PT Intens maka masyarakat bisa memahami pelaksana pemilihan secara e-voting.

Pihaknya akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan perangkat di nagari dalam rangka menyamakan persepsi terkait pemilihan.

Tahapan selanjutnya akan diadakan sosialisasi peraturan bupati ke badan musyawarah nagari untuk perekrutan panitia pemilihan, sosialisasi ke panitia pemilihan dan pemuktahiran DPT.

"Jika tidak ada halangan sesuai tahapan maka pemilihan akan dilaksanakan pada minggu kedua September 2026 di 690 tempat pemungutan suara di 11 kecamatan untuk memilih 87 wali nagari," katanya.