Bangkok, (Antara/TNA-0ANA) - Departemen Investigasi Khusus (DSI) Thailand Jumat memutuskan untuk mengeluarkan panggilan-panggilan bagi kelompok kedua dari 20 pemimpin protes anti-pemerintah dan memerintahkan bank-bank komersial untuk membekukan rekening bank mereka. Itu adalah perintah kedua dalam waktu kurang dari sepekan oleh DSI yang meminta kepada bank-bank komersial pada Rabu untuk menangguhkan rekening 18 pemimpin protes, termasuk Suthep Thaugsuban, mantan deputi perdana menteri dan anggota parlemen Demokrat untuk Surat Thani. Perintah terbaru, yang ditandatangani oleh kepala DSI Tarit Pengdith, melibatkan rekening bank dari 20 orang yang meliputi ahli waris Singha bir Chitpas Birombhakdi, Sakontee Pattiyakul, Kaewsan Atibhodi, Jirmsak Pinthong, Dr Seri Wongmontha, Dr Sombat Thamrongtanyawong, Dr Kittisak Prokkati, pensiunan Jenderal Pathompong Kesornsuk, Suriyasai Katasila, Pipob Thongchai, Boonyod Suktinthai, Ong-art Klampaiboon, Tossapon Pengsom, Paiboon Nititawan, Tanom Onkatepon, Picharn Sukparangsi, Chanwit Wipusiri, Pichit Chaimongkol, Picharn Sukparangsi dan Ratchayut Sirayothinbhakdi. Kelompok kedua dari 20 pemimpin protes akan dipanggil kembali untuk mengakui tuduhan-tuduhan mengenai pengumpulan dan menghasut kerusuhan dan pelanggaran hukum, kata Tarit, dan menambahkan bahwa tanggal nantinya akan diatur bagi mereka untuk melaporkan diri kepada penyidik¿¿. Tindakan DSI menghasilkan satu fenomena baru Jumat di mana orang secara langsung menyerahkan uang tunai untuk Suthep selama ia melakukan aksi berjalan anti-pemerintah di sepanjang berbagai jalan di ibu kota Jumat untuk mendesak warga Bangkok keluar dengan kekuatan penuh pada Ahad untuk apa yang ia sebut "piknik di jalan-jalan" dari pukul 13.00-18.00 waktu setempat. (*/sun)