Kota Padang (ANTARA) - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan pembangunan infrastruktur harus memiliki konsep yang terintegrasi.

"Jadi pesan Bapak Menko itu, sebelum kita membangun sesuatu harus ada narasi yang terintegrasi terkait dengan kenapa sebuah infrastruktur itu dibangun," kata Asisten Deputi Penyelenggara Tata Ruang dan Penataan Agraria, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Syahruddin di Kota Padang, Sabtu.

Hal tersebut disampaikan Syahruddin terkait progres pembangunan Jalan Layang (Flyover) Sitinjau Lauik dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Lewat mekanisme kerja sama KPBU tersebut, pemerintah akan mencicil pembayaran kepada Hutama Karya selama 10 tahun ke depan.

Ia mengatakan infrastruktur seperti jembatan dan jalan merupakan suatu hal yang penting karena merupakan leverage atau dana pinjaman untuk pembangunan yang ditujukan demi peningkatan ekonomi.

Tetapi peningkatan ekonomi dan pembangunan hanya bisa terjadi jika dibuat, didesain dan dibangun berdasarkan kebutuhan. Oleh karena itu, Menko AHY berpesan perencanaan pembangunan termasuk Flyover Sitinjau Lauik harus memiliki integrasi yang jelas.

Syahruddin mengatakan selama ini Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan menegaskan bahwa tata ruang sebagai panglima dalam pembangunan harus betul-betul diikuti, atau tidak boleh sedikit pun mengabaikannya.

Lebih rinci, Syahruddin menegaskan pembangunan seperti Jalan Layang Sitinjau Lauik juga wajib memperhatikan aspek tata ruang yang berkaitan dengan mitigasi kebencanaan.

"Kita paham betul beberapa waktu terakhir bencana begitu bertubi-tubi terjadi baik di Sumatera maupun di Jawa. Hal itu terjadi juga berkaitan dengan alih fungsi yang tidak pas," ujarnya.

Beberapa permasalahan yang kerap ditemui atau diselesaikan kementerian terkait ialah menyelesaikan dampak bencana. Padahal, yang terpenting ialah menangani akar masalah atau penyebab dari bencana itu sendiri yang kemudian berimbas pada infrastruktur, ucap dia.

Sementara itu, Direktur Hutama Panorama Sitinjau Lauik (HPSL) Michael AP Rumenser terus berupaya menyelesaikan beberapa tahapan pembangunan jalan layang itu salah satunya mengenai pembebasan lahan.

"Kami terus berusaha untuk menyelesaikan proyek ini pada akhir 2027 sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat," kata dia.