Seoul, (Antara/Xinhua) - Saham-saham Korea Selatan mempertahankan tren menurun selama lima sesi berturut-turut pada Senin, karena investor menunggu pertemuan kebijakan Bank Sentral AS atau Federal Reserve AS yang dipantau cermat pekan ini untuk petunjuk waktu pengurangan pelonggaran kuantitatif (tapering). Indeks acuan KOSPI (Korea Composite Stock Price Index) turun tipis 1,76 poin atau 0,09 persen menjadi ditutup pada 1.961,15, dengan volume perdagangan tercatat sebesar 210,21 juta saham senilai 2,81 triliun won (2,67 miliar dolar AS). Serangkaian data ekonomi AS yang keluar di atas konsensus pasar dalam dua minggu terakhir mengisyaratkan pengurangan pembelian obligasi Fed dalam pertemuan mendatang yang dijadwalkan 17-18 Desember, membebani sentimen pasar baru-baru ini. KOSPI mengalami sesi perdagangan yang bergejolak/volatil karena investor mempertimbangkan waktu pengurangan pertama The Fed dalam pembelian asetnya. Beberapa ahli memperkirakan pengurangan stimulus pada Desember, sementara yang lain meramalkan pada Maret tahun depan. Investor asing menjual bersih saham lokal senilai 64,6 miliar won, mempertahankan penjualan beruntun mereka selama lima sesi berturut-turut. Investor institusi membeli saham senilai 88,7 miliar won, tetapi investor ritel menjadi penjual bersih bersih saham senilai 26,6 miliar won. Saham berkapitalisasi besar berakhir bervariasi. Produsen mobil terkemuka Hyundai Motor turun 1,5 persen dan raksasa elektronik konsumen LG Electronics turun 1,2 persen. Penggerak utama pasar Samsung Electronics naik 0,7 persen, dan penyedia listrik milik pemerintah Korea Electric Power Corp. (KEPCO) bertambah 1,1 persen. Mata uang Korea Selatan berakhir pada 1.051,5 won terhadap dolar, naik 1,1 won dari penutupan Jumat (13/12). Harga obligasi berakhir lebih tinggi. Imbal hasil pada surat utang pemerintah berjangka tiga tahun turun 0,04 persentase poin menjadi 2,92 persen, dan imbal hasil pada obligasi pemerintah 10-tahun turun 0,05 persentase poin menjadi 3,63 persen. (*/jno)