Bom Tewaskan Pejabat Kepolisian Afghanistan
Senin, 16 Desember 2013 6:21 WIB
Jalalabad, Afghanistan, (Antara/AFP) - Ledakan bom pinggir jalan menghantam sebuah kendaraan polisi di Afghanistan timur, Minggu, menewaskan seorang kepala kepolisian daerah dan tiga aparat lain, kata seorang pejabat.
Kepala kepolisian daerah Pachir Wa Agam di provinsi Nangarhar selamat dalam serangan militan dan sedang dalam perjalanan ke kantornya ketika kendaraannya dihantam ledakan bom tersebut, kata juru bicara provinsi itu Ahmad Zia Abdulzai kepada AFP.
"Kepala kepolisian Pachir Wa Agam bersama tiga polisi lain tewas dan tujuh polisi cedera," katanya.
Ia menyalahkan serangan itu pada "musuh-musuh Afghanistan" -- istilah yang digunakan para pejabat Afghanistan untuk Taliban.
Kelompok gerilya itu belum memberikan komentar mengenai serangan tersebut.
Juga Minggu, di provinsi berdekatan Kunar, ledakan bom pinggir jalan menghantam sebuah kendaraan penumpang di daerah Shegal, menewaskan empat warga sipil, kata kementerian dalam negeri dalam sebuah pernyataan.
Seorang warga sipil lain cedera dalam ledakan tersebut, kata kementerian itu.
Taliban, yang memerintah Afghanistan sejak 1996, mengobarkan pemberontakan sejak digulingkan dari kekuasaan di negara itu oleh invasi pimpinan AS pada 2001 karena menolak menyerahkan pemimpin Al Qaida Osama bin Laden, yang dituduh bertanggung jawab atas serangan di wilayah Amerika yang menewaskan sekitar 3.000 orang pada 11 September 2001.
Sekitar 130.000 personel Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) pimpinan NATO yang berasal dari puluhan negara dikirim ke Afghanistan untuk membantu pemerintah Kabul memerangi pemberontakan Taliban dan sekutunya.
Gerilyawan Taliban sangat bergantung pada penggunaan bom pinggir jalan dan serangan bunuh diri untuk melawan pemerintah Afghanistan dan pasukan asing yang ditempatkan di negara tersebut.
Bom rakitan yang dikenal sebagai IED (peledak improvisasi) mengakibatkan 70-80 persen korban di pihak pasukan asing di Afghanistan, menurut militer.
Presiden Afghanistan Hamid Karzai dan negara-negara Barat pendukungnya telah sepakat bahwa semua pasukan tempur asing akan kembali ke negara mereka pada akhir 2014, namun Barat berjanji memberikan dukungan yang berlanjut setelah masa itu dalam bentuk dana dan pelatihan bagi pasukan keamanan Afghanistan.
NATO bertujuan melatih 350.000 prajurit dan polisi Afghanistan pada akhir 2014 untuk menjamin stabilitas di negara itu, namun tantangan-tantangan tetap menghadang dalam proses peralihan itu.
Desersi, penugasan yang buruk dan semangat rendah termasuk diantara masalah utama yang menyulitkan para komandan NATO dan Afghanistan.
Pada Oktober 2011, Taliban berjanji akan berperang sampai semua pasukan asing meninggalkan Afghanistan. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Utang motor sebabkan pengeroyokan hingga tewaskan penagih hutang di Kalibata
12 December 2025 8:16 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018