Damaskus, (Antara/Xinhua-OANA) - Bentrokan antara gerilyawan dan prajurit militer Suriah berkecamuk terus pada Senin (2/12) di Wilayah Al-Qalamoun dan daerah di dekat Ibu Kota Suriah, Damaskus, di tengah upaya politik untuk menggolkan konferensi perdamaian Jenewa II mengenai Suriah. Militer Suriah meningkatkan operasi terhadap gerilyawan di banyak daerah di seluruh negeri tersebut pada Senin, menewaskan puluhan orang dan sepenuhnya menghilangkan "kelompok pelaku teror", kata kantor berita resmi Suriah, SANA. Di Wilayah Strategis Al-Qalamoun di pinggiran utara Damaskus, militer Suriah membuat kemjuan nyata di Kota Kecil Nabek, setelah merebut Kota Kecil Qara dan Deir Attieh di Al-Qalamoun. Kemajuan di Al-Qalamoun, gugusan gunung di Suriah Barat, sebelah utara Damaskus dan di dekat perbatasan Lebanon, adalah wilayah penting. Dengan menguasainya, militer akan bisa mengamankan jalan internasional yang menghubungkan Ibu Kota Suriah dengan Provinsi Homs di Suriah Tengah dan provinsi lain di bagian utara serta memotong jalur pasokan gerilyawan dari negara tetangga, Lebanon. Militer Suriah belum lama ini melancarkan serangan besar untuk merebut Kota Kecil Al-Qalamoun dari tangan gerilyawan. Namun, gerilyawan --dalam jumlah besar-- telah menyerbu banyak bagian Kota Kecil Maaloula, yang berada 65 kilometer di sebelah timur-laut Damaskus, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa pagi. Maaloula, yang dikenal sebagai salah satu dari tiga tempat Bahasa Aramaic Barat masih digunakan, memiliki kepentingannya sendiri sebagai kota kecil itu dipandang sebagai salah satu wilayah tertua Kristen di Suriah. Meskipun krisis di Suriah telah berubah jadi bentrokan sektarian, Pemerintah di Damaskus pekan lalu memperingatkan mengenai tindakan gerilyawan fanatik untuk mengincar wilayah Kristen di Damaskus. Mereka menggunakan bom mortir dan melancarkan serangan terhadap kota kecil di luar Damaskus, di tengah laporan bahwa gerilyawan telah merusak tempat ibadah dan lambang agama. Masih pada Senin, dua perempuan tewas oleh bom mortir di Provinsi Aleppo, Suriah Utara, dan tiga anak kecil tewas di Kota HAMA di bagian tengah negeri tersebut akibat ledakan benda yang diduga sebagai bom, kata SANA. Meskipun bentrokan di lapangan saat ini mencerminkan keinginan masing-masing pihak untuk merebut wilayah sebelum Konferensi Jenewa II, yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Januari, upaya politik terus dilancarkan untuk membuat pembicaraan perdamaian itu berhasil. Wakil Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Bin-Hilli pada Senin mengumumkan pertemuan persiapan akan diselenggarakan di Jenewa pada 20 Januari, sebelum Konferensi Jenewa II. Ia mengatakan perteuan pertama akan dihadiri para pejabat senior dari Amerika Serikat, Rusia dan PBB. Pertemuan tersebut akan diikuti oleh pertemuan yang diperluas oleh anggota tetap Dewan Keamanan PBB, sementara negara tetangga Suriah dan Liga Arab akan mengadakan pertemuan lain. Semua pertemuan itu bertujuan mempersiapkan Konferensi Jenewa II. Sasaran Jenewa II ialah mewujudkan penyelesaian politik bagi konflik tersebut melalui kesepakatan menyeluruh antara Pemerintah Suriah dan oposisi bagi penerapan penuh Komunike Jenewa, yang disahkan setelah Konferensi Jenewa I pada 30 Januari 2012. (*/sun)