Seoul, (Antara/Xinhua) - Bursa saham Korea Selatan berhasil berakhir di wilayah positif pada Rabu, menjaga tren kenaikan selama empat sesi berturut-turut, setelah Wall Street mempertahankan keuntungan moderatnya pada Selasa. Indeks acuan KOSPI (Korea Composite Stock Price Index) naik 6,17 poin atau 0,31 persen menjadi ditutup pada 2.028,81 dengan volume perdagangan 252,78 juta saham senilai 3,63 triliun (3,42 miliar dolar AS). Investor institusi mendorong kenaikan KOSPI dengan membeli saham senilai 183,9 miliar won, karena saham AS mencetak rekor tertinggi "intraday" pada Selasa. Namun demikian, kenaikan itu terbatas karena investor asing berubah menjadi penjual bersih dalam tiga sesi. Investor asing menjual bersih senilai 88,8 miliar won saham dan investor ritel melepas saham senilai 99,3 miliar won. Sentimen pasar memburuk karena kepercayaan konsumen AS menurun lagi pada November menyusul penurunan tajam bulan sebelumnya. Penurunan itu memperlemah harapan untuk musim belanja akhir tahun di Amerika Serikat. Saham berkapitalisasi besar berakhir bervariasi. Penggerak utama pasar Samsung Electronics turun 0,6 persen dan perusahaan baja terkemuka POSCO turun 0,3 persen. Perusahaan kimia terkemuka LG Chem turun 0,5 persen, tetapi pembuat suku cadang mobil terbesar Korsel Hyundai Mobis naik dua persen. Saham telekomunikasi menguat. Operator seluler terbesar Korsel SK Telecom naik tiga persen dan saingannya yang lebih kecil LG Uplus naik 1,4 persen. Raksasa chip memory SK Hynix melonjak tiga persen dan dan penyedia listrik milik pemerintah Korea Electric Power Corp (KEPCO) bertambah 1,2 persen. Mata uang Korea Selatan berakhir pada 1.061,1 won terhadap greenback, turun 1,2 won dari penutupan Selasa. Harga obligasi berakhir bervariasi. Imbal hasil pada surat utang pemerintah tiga tahun naik 0,01 persentase poin menjadi 2,97 persen, namun tingkat pengembalian obligasi pemerintah 10-tahun ditutup tidak berubah pada 3,63 persen. (*/jno)