PBB: Pasukan Gerilyawan dan Pemerintah Halangi Bantuan Kemanusiaan
Rabu, 27 November 2013 11:09 WIB
Jenewa, (Antara/Reuters) - Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan bahwa tim kemanusiaannya tidak dapat membantu sekitar 250.000 orang di wilayah yang dikuasai oleh pasukan gerilyawan dan pemerintah Suriah.
Penilaian tersebut dimasukkan dalam laporan rahasia yang disampaikan oleh koordinator bantuan darurat PBB, Valerie Amos, pada sebuah rapat di Jenewa, Selasa.
"Bantuan terus berlanjut namun gagal mencapai warga Suriah yang tinggal di wilayah yang dikuasai oleh kelompok gerilyawan dan pemerintah," kata laporan yang diperoleh Reuters.
Laporan berjudul "Humanitarian Situation and Response in Syria" itu mendeskripsikan "situasi yang sulit dan berbahaya yang harus dihadapi oleh pekerja kemanusiaan" di Suriah.
Laporan tersebut menyatakan bahwa 12 staf PBB dan 32 relawan Bulan Bintang Suriah Arab telah terbunuh sejak perang saudara meletus pada Maret 2011. Selain itu, 21 staf PBB masih ditahan.
Perang saudara di Suriah telah membuat sekitar 6,5 juta penduduk kehilangan rumah dan menewaskan lebih dari 100.000 orang.
Dokumen baru dari PBB itu menyebutkan bahwa sekitar 9,3 juta warga di Suriah membutuhkan bantuan, sebagian di antaranya merupakan anak-anak. PBB juga memperkirakan 575.000 orang terluka dan membutuhkan bantuan segera.
Pemerintah Suriah tidak mengeluarkan izin bagi tim kemanusiaan PBB untuk membantu 7.000 orang di Mouadimaya, 160.000 orang di bagian timur Ghouta, dan 4.000 orang di kota Homs.
PBB juga tidak diberi akses untuk membantu warga Nubl dan Zahra, dua desa dengan total penduduk 45.000 dan dikuasai oleh beberapa pasukan gerilyawan.
Larangan-larangan tersebut telah menghambat aliran bantuan. Banyak pekerja kemanusiaan yang harus menunggu persetujuan visa dari pemerintah Suriah.
Beberapa aktivis oposisi mengatakan bahwa pasukan Presiden Bashar al Assad menggunakan taktik pengepungan yang menyebabkan kelaparan di wilayah sekitar Damaskus. Sementara pihak pemerintah menuduh gerilyawan telah menggunakan warga sipil sebagai tameng di area yang sama.
Negara-negara kuat pada bulan lalu mendesak Suriah untuk mengizinkan masuknya pengiriman bantuan dan meminta seluruh pihak yang berperang untuk melakukan gencatan senjata demi kemanusiaan. (*/WIJ)
Pewarta : 34
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wali Kota Padang pimpin apel gelar pasukan pasca tanggap darurat bencana hidrometeorologi
29 December 2025 15:48 WIB
Apel gelar pasukan Posko Nataru 2025/2026, KAI siap jaga kelancaran mobilitas nasional
18 December 2025 11:08 WIB
Tekan angka kecelakaan, Polres Pessel gelar Apel Pasukan Operasi Zebra Langkisau 2025
17 November 2025 20:14 WIB
Presiden akan kukuhkan 6 Kodam baru Minggu (10/8), termasuk Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol
08 August 2025 20:57 WIB
BNPB gelar apel pasukan dan peralatan kesiapsiagaan menghadapi bencana di Kota Padang
07 May 2025 18:59 WIB
Pemkot Pariaman pastikan perekrutan pasukan Paskibraka bebas dari intervensi
12 April 2025 14:02 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018