Ketidakpastian Politik Hempaskan Ekonomi Thailand
Senin, 25 November 2013 16:13 WIB
Trang, Thailand, (Antara/TNA-0ANA) - Mantan wakil perdana menteri Thailand Somkid Jatusripitak memprediksi masa depan suram bagi ekonomi Thailand sebagai dampak ketidakstabilan politik dan ketidakpercayaan publik yang terus berkembang kepada pemerintah.
Dia mengatakan kemunduran ekonomi Thailand ini terutama disebabkan oleh empat faktor utama yakni menurunnya ekspor, konsumsi, investasi dan belanja publik. Pertumbuhan ekspor negara mungkin akan kurang dari tiga persen tahun ini.
"Ekspor Thailand mungkin bisa menguat, namun tiga faktor lainnya hampir tidak akan membaik, sehingga pertumbuhan ekonomi rendah, keuangan dan pasar modal tak stabil tahun depan," katanya.
Para investor khawatir dengan ketidakpastian politik dalam negeri yang menghambat daya saing negara, katanya, dan mendesak para pengusaha untuk menyesuaikan kelangsungan hidup mereka.
Somkid mendesak para pemimpin negara berkorban, bersabar dan berbicara dengan rakyat karena bencana politik bisa semakin meningkat.
Dia menegaskan kembali bahwa rakyat memiliki hak untuk berunjuk rasa di jalan-jalan kota, namun para pemimpin demonstrasi harus menjamin keamanan para demonstran, sementara perdana menteri bertindak untuk kelangsungan hidup negara. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wamen Ossy imbau jajaran siapkan layanan pertanahan dan tata ruang jelang IKN jadi ibu kota politik 2028
13 November 2025 15:06 WIB
Analis politik: Kinerja Kemendagri berkontribusi positif di Kabinet Merah Putih
16 October 2025 20:10 WIB
Pemkab Pasaman salurkan dana hibah Parpol Rp1,1 miliar untuk pendidikan politik
23 September 2025 11:37 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018