Saham Korsel Turun Tertekan Kekhawatiran Pengurangan Stimulus AS
Kamis, 21 November 2013 15:19 WIB
Seoul, (Antara/Xinhua) - Saham Korea Selatan turun untuk pertama kalinya dalam lima sesi pada Kamis, setelah risalah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Oktober mendorong kekhawatiran pemangkasan pembelian obligasi Fed lebih awal.
Indeks acuan KOSPI (Korea Composite Stock Price Index) merosot 23,46 poin atau 1,16 persen menjadi ditutup pada 1.993,78, dengan volume perdagangan tercatat sebesar 281,47 juta saham senilai 3,24 triliun won (3,05 miliar dolar AS).
Menurut risalah FOMC, para pembuat kebijakan utama Fed "umumnya memperkirakan bahwa data akan terbukti sesuai dengan pandangan komite untuk perbaikan berkelanjutan dalam kondisi pasar tenaga kerja dan dengan demikian akan menjamin pemangkasan laju pembelian dalam beberapa bulan mendatang".
Presiden Fed St. Louis James Bullard mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg TV bahwa laporan pekerjaan November yang kuat akan meningkatkan kemungkinan The Fed mulai mengurangi laju pembelian aset pada Desember.
Data manufaktur di China menambahkan kekhawatiran. Indeks pembelian manajer (PMI) HSBC untuk sektor manufaktur pada November turun menjadi 50,4 dari tertinggi tujuh bulan 50,9 pada Oktober.
Investor asing menjual 237,6 miliar won saham lokal, sehingga mendorong penurunan KOSPI. Investor ritel membeli saham senilai 272,9 miliar won, namun investor institusi menjual saham senilai 50,4 miliar won.
Sebagian besar saham berkapitalisasi besar berakhir di wilayah negatif. Penggerak utama pasar, Samsung Electronics, mundur dua persen dan perusahaan kimia terkemuka LG Chem turun 2,5 persen. Operator nirkabel Top SK Telecom turun 2,5 persen dan raksasa chip memori SK Hynix turun 1,4 persen.
Mata uang Korea Selatan berakhir pada 1.062,9 won terhadap greenback, turun 5,0 won dari penutupan Rabu.
Harga obligasi berakhir lebih rendah. Imbal hasil pada surat utang negara tiga tahun bertambah 0,02 persentase poin menjadi 2,97 persen, dan tingkat pengembalian atas obligasi pemerintah 10-tahun naik 0,04 persentase poin menjadi 3,67 persen. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Saat bertemu Presiden Lee, Prabowo cerita anak muda Indonesia gandrung K-Pop
01 November 2025 20:05 WIB
Ini daftar negara lolos Piala Asia U-23: Korsel hingga Vietnam dapat tiket
10 September 2025 10:28 WIB
Timnas Indonesia tidak minder segrup dengan Korsel di Kualifikasi Piala Asia U-23
30 May 2025 17:56 WIB
Piala Sudirman 2025 : Alwi bawa Indonesia samakan kedudukan 1-1 melawan Korsel
03 May 2025 20:00 WIB