Teheran, (Antara/AFP) - Presiden Iran Hassan Rouhani pada Senin memperingatkan "tuntutan berlebihan" oleh kekuatan dunia pada pembicaraan nuklir, yang akan dilanjutkan di Jenewa pada pekan ini, kata laman resmi. "Pada perundingan Jenewa baru-baru ini terdapat kemajuan, tapi semua orang harus menyadari bahwa tuntutan berlebihan dapat menyulitkan upaya menuju kesepakatan sama-untung," kata www.dolat.ir mengutip keterangan Rouhani kepada Presiden Rusia Vladimir Putin. Iran dan kelompok negara P5+1 memulai babak baru pembicaraan di Jenewa pada Rabu, setelah kedua pihak gagal mencapai kesepakatan tingkat tinggi dalam perundingan pada awal bulan ini. "Dari sudut pandang kami, tidak boleh ada keadaan dengan niat para pihak mencapai kesepakatan dipengaruhi," kata laman itu mengutip Rouhani kepada Putin melalui telepon. Ia berterima kasih kepada Rusia untuk sikapnya di Jenewa dan menekankan bahwa upaya nuklir Iran adalah damai dan di bawah kendali badan atom Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kremlin sebelumnya melaporkan bahwa Putin berbicara kepada Rouhani pada Senin dan mengatakan kepadanya bahwa ada "kesempatan nyata" untuk menemukan jalan bagi kebuntuan sedasawarsa nuklir antara Iran dengan Barat. Mantan pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan Iran dan Barat dapat berhasil dalam perundingan dalam pembicaraan putaran berikutnya, yang akan berlangsung di Jenewa pada pekan depan. Saat berbicara dengan IRNA, Giandomenico Picco -yang menjabat wakil sekretaris jenderal urusan politik- menyatakan yakin terhadap hasil perundingan nuklir Iran dengnan P5+1, kelompok lima negara pemegang hak tolak di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, yakni Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Rusia dan Cina ditambah Jerman. Ia menyatakan percaya bahwa peningkatan hubungan Teheran-Washington akan membantu kedua pihak mencapai kesepakatan nuklir dan mencatat bahwa pertemuan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry dengan timpalanhnya -Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif- dalam putaran terakhir perundingan Jenewa adalah kejadian sangat berarti. Ia menegaskan bahwa kerja sama dwipihak Iran-Amerika Serikat dapat membuka jalan bagi penyelesaian semua sengketa kawasan. (*/sun)