Peshawar, Pakistan, (Antara/AFP) - Penyerang bersenjata membunuh dua orang Senin pada pawai di Pakistan baratlaut yang diadakan untuk memprotes bentrokan sektarian yang membuat kota Rawalpindi dikenai jam malam pada akhir pekan. Penembakan itu terjadi di daerah Kohat ketika para aktivis dari organisasi Sunni, Ahl-e-Sunnat Wal Jamat (ASWJ), berdemonstrasi menentang kekerasan Jumat di Rawalpindi yang menewaskan sembilan orang. "Para aktivis itu sedang berpawai menentang kekerasan di Rawalpindi ketika orang-orang bersenjata tak dikenal menembaki mereka dari dekat sebuah masjid Syiah di daerah itu, menewaskan dua orang," kata kepala kepolisian daerah tersebut Saleem Khan Marwat kepada AFP. Seorang pejabat lain kepolisian, Tanweer Ahmad, mengkonfirmasi insiden itu. Marwat mengatakan, aktivis-aktivis ASWJ membalas dengan menembakkan peluru ke udara, yang menyulut ketegangan di daerah itu. Polisi dan pasukan kemudian menutup daerah tersebut dan memerintahkan pasar-pasar ditutup. Kohat terletak di provinsi Khyber Pakhtunkhwa. Kekerasan Jumat meletus di Rawalpindi ketika iring-iringan orang Syiah yang memperingati masa perkabungan bulan Muharram melewati sebuah masjid Sunni dimana khutbah sedang disampaikan. Pihak berwenang memberlakukan jam malam di Rawalpindi, kota kembaran Islamabad, dan baru mencabutnya pada Senin pagi. Larangan berkumpul lebih dari lima orang masih tetap diberlakukan. Pakistan dilanda serangan-serangan bom bunuh diri dan penembakan yang menewaskan lebih dari 5.200 orang sejak pasukan pemerintah menyerbu sebuah masjid yang menjadi tempat persembunyian militan di Islamabad pada Juli 2007. Kekerasan sektarian meningkat sejak gerilyawan Sunni memperdalam hubungan dengan militan Al Qaida dan Taliban setelah Pakistan bergabung dalam operasi pimpinan AS untuk menumpas militansi setelah serangan-serangan 11 September 2001 di AS. Pakistan juga mendapat tekanan internasional yang meningkat agar menumpas kelompok militan di wilayah baratlaut dan zona suku di tengah meningkatnya serangan-serangan lintas-batas gerilyawan terhadap pasukan internasional di Afghanistan. Para pejabat AS mengobarkan perang dengan pesawat tak berawak terhadap para komandan Taliban dan Al Qaida di kawasan suku baratlaut, dimana militan bersembunyi di daerah pegunungan yang berada di luar kendali langsung pemerintah Pakistan. Pasukan Amerika menyatakan, daerah perbatasan itu digunakan kelompok militan sebagai tempat untuk melakukan pelatihan, penyusunan kembali kekuatan dan peluncuran serangan terhadap pasukan koalisi di Afghanistan. Islamabad mendesak AS mengakhiri serangan-serangan pesawat tak berawak, sementara Washington menuntut Pakistan mengambil tindakan menentukan untuk menumpas jaringan teror. Sentimen anti-AS tinggi di Pakistan, dan perang terhadap militansi yang dilakukan AS tidak populer di Pakistan karena persepsi bahwa banyak warga sipil tewas akibat serangan pesawat tak berawak yang ditujukan pada militan di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan dan penduduk merasa bahwa itu merupakan pelanggaran atas kedaulatan Pakistan. Pesawat-pesawat tak berawak AS melancarkan puluhan serangan di kawasan suku Pakistan sejak pasukan komando AS membunuh pemimpin Al Qaida Osama bin Laden dalam operasi rahasia di kota Abbottabad, Pakistan, pada 2 Mei 2011. (*/sun)