Suriah Tuduh Gerilyawan Serang Kota Besar dengan Mortir
Jumat, 15 November 2013 7:55 WIB
Damaskus, (Antara/Xinhua-OANA) - Kementerian Luar Negeri Suriah pada Kamis (14/11) mengeluh kepada PBB mengenai peningkatan serangan mortir gerilyawan terhadap kota besar Suriah, dan mendesaknya agar meminta pertanggung-jawaban dari negara yang mendukung gerilyawan bersenjata.
Kementerian itu mengeluarkan keluhan tersebut dalam surat yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon dan presiden Dewan Keamanan.
"Bom mortir yang secara membabi-buta diluncurkan ke berbagai kota besar Suriah, telah menjadi salah satu metode pilihan bagi kelompok teror untuk membunuh warga sipil yang tak berdosa, terutama di Kota Damaskus, yang terbukti berada dalam jangkauan kelompok semacam itu," kata kementerian tersebut.
"Anak-anak dan sekolah mereka menanggung beban dari aksi membabi-buta ini," tambah kementerian itu, sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat.
"Kementerian Pendidikan," katanya, "telah menghentikan kegiatan belajar-mengajar selama tiga hari, mulai 13 November di sejumlah sekolah sasaran untuk melindungi anak-anak dari jaringan teror, yang memiliki dampak negatif pada proses pendidikan."
Kementerian tersebut juga mendesak masyarakat internasional agar membantu "dengan mengeluarkan pengutukan jelas terhadap kelompok teror, dan negara yang mendukung mereka ..., dan bertindak guna mengeringkan sumber daya teror".
Kantor berita resmi Suriah, SANA, melaporkan lima orang tewas pada Kamis akibat beberapa serangan mortir terhadap Ibu Kota Suriah, Damaskus, dan Kota Homs di bagian tengah negeri itu. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mantan juara tinju kelas berat Mike Tyson tuduh platform streaming Hulu "curi" kisah hidupnya
09 August 2022 11:40 WIB, 2022
Taiwan tuduh China di balik polemik daftar kewarganegaraan penonton Piala Dunia 2022 Qatar
21 June 2022 6:15 WIB, 2022
Perjanjian kapal selam dibatalkan sepihak, Macron tuduh PM Australia berbohong
01 November 2021 10:22 WIB, 2021
Koeman tuduh PSG tak sopan karena bahas Messi jelang laga kedua tim
04 February 2021 11:55 WIB, 2021
Penasihat Gedung Putih AS tuduh China simpan data COVID-19 demi kemenangan
21 April 2020 10:43 WIB, 2020
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018