Pertempuran Seru Berkobar di Ibu Kota Libya
Selasa, 5 November 2013 11:58 WIB
Tripoli, (Antara/Reuters) - Pertempuran seru menggunakan meriam dan senjata anti-pesawat meletus Selasa di ibu kota Libya, Tripoli, kata para saksi mata Reuters.
Pertempuran itu terjadi antara milisi-milisi di daerah Suq al-Muma, Tripoli timur, kata seorang sumber milisi yang punya hubungan dekat dengan pemerintah, dan menambahkan ia tidak memiliki informasi lebih jauh.
Para wartawan Reuters di Tripoli mendengar suara baku tembak selama tiga jam. Satu laman Facebook menayangkana apa yang dikatakannya dua mobil yang terbakar dari lokasi pertempuran itu, kendatipun tidak dapat memverifikasi kebenarannya.
Seorang pejabat kementerian pertahanan menolak memberi komentar, sementara tidak ada para pejabat lainnya dapat segera dihubungi.
Libya penghasil minyak yang anggota OPEC (Organisasi Negara Pengekspor Minyak) menghadapi kekacauan dan anarki sementara pemerintah berusaha untuk mengekang milisi-milisi, geng-geng dan kelompok-kelompok garis keras Islam di negara yang beredar senjata tanpa izin dua tahun setelah mantan orang kuat Muammer Gaddafi disingkirkan.
Suq al-Juma adalah pusat perlawanan terhadap Gaddafi di mana pemberontakan tahun 2011 didukung NATO, yang pada awalnya dimulai di daerah timur Libya, akhirnya meluas ke ibu kota itu.
Di tempat terpisah, puluhan orang di kota Benghazi Senin memprotes gelombang penbunuhan dan situasi keamanan yang memburuk, kata penduduk setempat.
Para pemrotes membakar ban-ban mobil di beberapa bagian kota pelabuhan itu dan menuntut pemerintah Perdana Menteri Al Zeidan dan parlemen mundur.
Benghazi dilanda ledakan bom-bom dan pembunuhan-pembunuhan terhadap tentara dan para personil polisi.Banyak daerah di bagian timur negara itu yang kaya minyak menuntut otonomi dari Tripoli dan porsi pembagian pendapatan yang lebuh besar dari hasil minyak, yang berisiko bagi terpecahnya negara gurun yang luas itu.
Pada Ahad satu gerakan otonomi membentuk satu pemerintah bayangan di timur, satu tindakan yang pasti lebih memperburuk hubungan dengan pemerintah pusat yang lemah,yang menolak deklarasi itu.
Satu pemogokan dan protes bagi kenaikan gaji atau hak politik lebih luas telah menyebabkan terhentinya produksi minyak Libya, mengurangi sumber utama pendapatan pemerintah. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Klasemen BRI Super League sebelum duel seru pekan ke-17, ada Semen Padan FC vs Persis
08 January 2026 21:39 WIB
Klasemen BRI Super League jelang pekan ke-13, aksi saling salip makin seru
19 November 2025 9:03 WIB
Cover screen lebih luas! Buat konten lebih seru dengan Galaxy Z Flip5
20 November 2023 9:20 WIB, 2023
Tiga rekomendasi akomodasi untuk aktivitas seru saat liburan di Malaysia
07 December 2022 11:36 WIB, 2022
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018