Ekstremis Bertopeng Serbu Tempat Pemungutan Suara di Kosovo
Senin, 4 November 2013 12:17 WIB
Beograd, (Antara/Xinhua-OANA) - Sekelompok ekstremis bertopeng menyerbu tempat pemungutan suara di gedung Sekolah Dasar Sveti Sava di Kosovska Mitrovica, menjelang pukul 17.00 waktu setempat (23.00 WIB) Ahad, kata Stasiun Televisi Nasional Serbia (RTS).
Lebih dari 10 penyerang merusak kotak suara dan menyerang staf pemungutan suara sebelum mereka dibubarkan oleh polisi yang menggunakan gas air mata, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin siang.
RTA melaporkan para penyerang tersebut adalah anggota kelompok ekstrem sayap-kanan Serbia, yang menentang keputusan Pemerintah Serbia untuk meminta orang Serbia Kosovo ikut dalam pemilihan umum lokal di wilayah tersebut.
Pemerintah Serbia di Beograd telah meminta warga Serbia Kosovo untuk memberi suara guna mendukung berdirinya perhimpunan kota praja Serbia sehingga menambah kuat keberadaan Negara Serbia di wilayah sengketa itu.
Hari pemungutan suara di sebelah utara Kosovo berjalan dalam suasana sangat tegang, yang diciptakan oleh kelompok ekstrem yang berusaha mengintimidasi warga dengan segala cara, mulai dari penghinaan lisan, pemasangan spanduk yang menyerukan boikot, atau merekam mereka dengan kamera video saat mereka memasuki tempat pemungutan suara, kata RTS.
RTA juga melaporkan pemilihan umum lokal Kosovo pada Ahad (3/11) untuk memilih kepala kota praja dan wakil majelis setempat telah diselimuti oleh penyimpangan besar.
Calon bagi Wali Kota Kosovska Mitrovica Krstimir Pantic tak bisa memberi suara saat ia datang ke tempat pemungutan suara sebab tempat itu ditutup sekitar setengah jam setelah pemungutan suara dibuka secara resmi pada pukul 07.00 waktu setempat (13.00 WIB).
Pantic sendiri secara fisik diserang pada Sabtu malam di luar rumahnya di Kosovska Mitrovica, sehingga ia menderita luka ringan, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin pagi. Ia mengatakan akibat aksi agresif kaum fanatik, banyak warga memutuskan untuk tinggal di rumah.
Kosovo secara sepihak memproklamasikan kemerdekaan dari Serbia pada 2008, tapi Beograd tidak mengakui pemisahan diri itu. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018