Menlu AS Desak Mesir Tak Perpanjang Keadaan Darurat
Senin, 4 November 2013 7:17 WIB
Riyadh, (Antara/AFP) - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry pada Ahad mendesak penguasa sementara Mesir untuk tidak memperpanjang keadaan darurat ketika peraturan itu berakhir pada akhir bulan ini, kata seorang pejabat senior Amerika.
"Dia mendesak keras untuk tidak memperpanjang keadaan darurat saat peraturan itu berakhir pada 14 November", kata seorang pejabat Departemen Luar Negeri kepada wartawan yang bepergian dengan Kerry,
yang terbang dari Mesir ke Arab Saudi.
"Dia mengatakan bahwa tindakan keras yang sedang berlangsung adalah tidak pantas dan inklusivitas menuntut adanya suatu program edukasi kepada Ikhwanul Muslimin dan lain-lainnya," tambah pejabat AS itu.
Presiden sementara Mesir Adly Mansour mengatakan Kerry ia tidak benar-benar menggunakan kekuasaan yang diberikan di bawah keadaan darurat selain memberlakukan jam malam, kata pejabat itu.
Meskipun tidak ada komitmen apa yang akan dilakukan pemerintahnya, "bahasanya positif."
Kerry juga meminta pimpinan Mesir yang dilantik militer menyusul
penggulingan tentara pada 3 Juli atas diri Presiden Mohamed Moursi untuk bekerja lebih inklusivitas dan melindungi HAM dan kebebasan. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018