Buruh Jakarta Minta Pemprov Perbaiki Item KHL
Senin, 21 Oktober 2013 7:57 WIB
Jakarta, (Antara) - Anggota Dewan Pengupahan DKI Jakarta dari unsur buruh Dedi Hartono meminta pemerintah provinsi setempat melalui Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) agar memperbaiki kualitas hitungan item Komponen Hidup Layak (KHL).
"Terutama item rumah yang sebelumnya Rp650.000/bulan sedapat mungkin naik menjadi Rp800.000/bulan karena naiknya harga sewa rumah di DKI Jakarta," ujarnya di Jakarta, Senin.
Dia mengatakan harga sewa rumah dengan tiga ruangan berada pada kisaran Rp650.000 hingga Rp950.000 setiap bulannya.
Item KHL lainnya yakni transportasi. Idealnya, sebesar Rp13.000/hari, bukan Rp11.500/hari.
"Setelah item KHL disempurnakan maka digunakan metode regresi (proyeksi KHL tahun depan) untuk menghitung KHL," tambah dia.
Menurut dia, KHL berpatokan pada perhitungan KHL 2013 dan akan sangat tidak relevan bila KHL tersebut diterapkan pada tahun berikutnya.
Setelah KHL dihitung kemudian ditambah dengan angka pertumbuhan ekonomi, produktivitas, dan inflasi, sehingga angka yang dihasilkan untuk kenaikan upah minimum 2014 adalah sekitar Rp3,5-3,7 juta.
Sekjen Forum Buruh (FB) DKI Jakarta Muhammad Toha mengatakan buruh di DKI siap melakukan mogok nasional 28-30 Oktober 2013.
Bahkan, FB-DKI akan memulai aksi prakondisi mogok nasional lebih dahulu pada Jumat (25/10) dengan melakukan aksi menginap selama tiga hari di depan Kantor Gubernur DKI Jakarta untuk memperjuangkan tuntutan mereka. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018