Padang, (Antara) - Pemerintah Kota (Pemko) Padang, Sumatera Barat (Sumbar), segera melakukan pendataan kerugian akibat dampak banjir yang menimpa di tiga kelurahan di Kecamatan Bungus Teluk Kabung, kota itu. "Masih melakukan pendataan terkait kerugian baik material dan non material akibat dampak banjir di daerah Bungus," kataKepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran dan Badan Penanggulangan Becana Daerah (BPBD) Padang, Edi Asri, di Padang, Minggu. Menurut dia, tidak berani berandai-andai soal estimasi kerugian dampak banjir di Simeulue. Hal tersebut disebabkan data yang nantinya dikeluarkan akan menjadi data resmi pemerintah dan masyarakat luas. "Kami tidak berani mengeluarkan data yang belum valid apalagi berandai-andai. Yang kami harapkan data itu layak dipercaya oleh pemerintah dan masyarakat luas," tambahnya. Saat ini pemerintah masih fokus pada upaya tanggap darurat penanganan banjir untuk masyarakat yang menjadi korban. "Pada saat ini pemerintah masih fokus pada penanganan banjir teutama bagi masyarakat yang rumahnya terendam banjir dan mengungsi," kata Edi Asri. Ia mengatakan, berdasarkan data sementara, banjir melanda tiga kelurahan di Kecamatan Bungus Teluk Kabung merendam 2.500 unit rumah, satu unit jembatan putus di Bungus Timur. "Dari tiga kelurahan di Kecamatan Bungus Teluk Kabung dilanda banjir, yang terparah terjadi di kelurahan Bungus Barat," tambahnya. Ia menyebutkan, banjir yang melanda tiga kelurahan di Kecamatan Bungus Teluk Kabung tersebut tidak ada menimbulkan korban jiwa. "Pihaknya belum tahu kondisi kesehatan masyarakat pascabanjir yang terjadi di Bungus," tambahnya. Sementara itu, Ani warga Bungus Barat menyatakan, warga yang rumahnya terendam banjir, sudah mulai membersihkan endapan lumpur di lantai ruangan rumah. "Warga masih bekerja untuk mengeluarkan sampah dan lumpur yang terbawa derasnya air dan memenuhi rumah mereka," katnya. Ia menambahkan, material lumpur bercampur sampah yang memenuhi seluruh bagian rumah terbawa saat banjir menyulitkan untuk dibersihkan. "Saat banjir meluas, air yang masuk di dalam rumah kami setinggi setengah meter. Setelah air banjir surut, seluruh lantai ruangan rumah dikotori endapan lumpur, dan sampah," tambahnya. (*/zon/WIJ)