Pemerintah Thailand Pelajari Lima Tuntutan Gerilyawan
Sabtu, 12 Oktober 2013 19:49 WIB
Bangkok, (Antara/TNA-0ANA) - Thailand memutuskan untuk menunda pembicaraan damai dengan gerilyawan di bagian selatan negeri itu guna mendapatkan lebih banyak waktu untuk benar-benar mempelajari lima tuntutan yang diajukan oleh kelompok gerilyawan Barisan Revolusi Nasional (BRN).
Penasihat Komisi Keamanan Nasional (NSC) Kol. Charoon Ampha, mengatakan Thailand harus berhati-hati mempertimbangkan lima tuntutan BRN berdasarkan hukum Thailand dan internasional.
NSC telah menginformasikan Wakil Perdana Menteri Pracha Promnok tentang penundaan dan memintanya untuk menetapkan tanggal baru untuk dialog damai, yang awalnya dijadwalkan akhir bulan ini, katanya.
Dia mengatakan Thailand menginginkan penjelasan tentang mengapa orang-orang Buddha Thailand telah menjadi sasaran serangan oleh gerilyawan dalam beberapa bulan terakhir sejak periode bulan suci Ramadhan pada Juli-Agustus.
Ia mengatakan militer dan polisi Thailand akan terus melancarkan operasi proaktif untuk mengatasi serangan gerilyawan. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018