Seoul, (Antara/AFP) - Korea Utara pada Selasa memperingatkan Amerika Serikat "bencana yang mengerikan" saat negara komunis terisolasi itu menempatkan pasukannya dalam siaga terhadap pelatihan angkatan laut bersama AS, Korea Selatan dan Jepang yang melibatkan kapal induk AS. Pasukan Korea Utara telah diperintahkan untuk "menjaga diri mereka sepenuhnya siap untuk segera memulai operasi setiap saat", kata juru bicara Staf Umum Tentara Rakyat Korea, dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh Korean Central News Agency (KCNA) yang dikelola negara. Latihan angkatan laut besar-besaran di dekat semenanjung Korea itu sedang digelar oleh Amerika Serikat, Korea Selatan dan Jepang dari Selasa sampai Kamis dan melibatkan kapal induk AS bertenaga nuklir USS George Washington. Peringatan itu muncul setelah Seoul dan Washington pekan lalu menandatangani strategi bersama baru untuk menghadapi peningkatan ancaman serangan senjata nuklir atau senjata kimia Korea Utara. Pernyataan Korea Utara mengatakan situasi di semenanjung itu "semakin tegang lagi," dan memperingatkan AS bahwa semakin dekat pasukannya mendatangi "bencana tak terduga yang akan disebabkan oleh tindakan-tindakan mereka". "AS akan sepenuhnya bertanggung jawab atas bencana mengerikan tak terduga itu yang akan ditemui oleh pasukan agresi imperialisnya," kata pernyataan itu. "AS harus ingat bahwa rakyat dan tentara Korea sangat siap untuk segera dan percaya diri mengatasi serta menggagalkan provokasi terang-terangan setiap kekuatan musuh di dunia dengan kekuatan militer yang kuat mandiri." Korea Utara seperti biasanya mengecam pelatihan militer bersama yang digelar di selatan perbatasan dan telah mengeluarkan ancaman serangan balik yang jarang terwujud. Uji coba bom atom Korea Utara pada Februari - yang paling ampuh untuk saat ini - memicu beberapa bulan peningkatan ketegangan militer di semenanjung. Pyongyang mengancam serangan nuklir dini terhadap Seoul dan Washington, sementara Pentagon telah merespon dengan mengerahkan pembom siluman B2 berkemampuan nuklir selama latihan gabungan yang lalu dengan Seoul. Ketegangan agak mereda dalam beberapa bulan terakhir setelah Korea Utara mengubah taktik untuk membuat serangkaian gerakan damai dengan Seoul, termasuk kesepakatan untuk mengadakan reuni keluarga bagi mereka yang terpisah selama Perang Korea 1950-53. Tetapi kekhawatiran akut tetap atas program nuklir Korea Utara, dengan "think tank" AS mengatakan pekan lalu bahwa Pyongyang telah jelas memulai lagi satu reaktor plutonium tuanya. (*/sun)