PBB: Perlu Hidupkan Kembali Reaksi Krisis Kemanusiaan
Rabu, 2 Oktober 2013 7:21 WIB
PBB, New York, (Antara/Xinhua-OANA) - Wakil Sekretaris Jenderal PBB Jan Eliasson, Selasa (1/10), menekankan masyarakat internasional harus menangani kebutuhan kronis kemanusiaan dan krisis di Afrika, jika benua itu mau mencapai Sasaran Pembangunan Milenium (MDG) sebelum tenggat.
"Afrika sangat rentan terhadap ancaman yang ditimbulkan oleh perubahan iklim," katanya. "Kemarau, banjir dan cuaca yang tak bisa diramalkan membuat penduduk meninggalkan tempat tinggal mereka, menghancurkan banyak daerah dan memicu persaingan akan sumber daya langka yang bahkan dapat mengakibatkan konflik."
Pernyataan itu dikeluarkan saat Eliasson berbicara dalam taklimat yang diadakan di Markas PBB di New York mengenai operasi Masyarakat Ekonomi Regional Afrika.
"Semua krisis ini mempengaruhi puluhan juta orang setiap tahun," katanya. "Orang miskin dan yang paling rentan, termasuk perempuan, anak-anak dan orang tua mengalami pukulan paling keras. Banyak orang menjadi korban dan seluruh ekonomi dapat kehilangan kemajuan yang diperoleh dengan sulit."
Eliasson menekankan bahwa untuk mencapai MDG dan memelihara prestasi yang sejauh ini dicapai, krisis kronis perlu ditangani dengan membangunan keuletan di negara Afrika serta mengurangi kerentanan penduduk, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu pagi.
Tahun 2015 adalah tenggat untuk mencapai MDG, yang disepakati oleh para pemimpin dunia dalam pertemuan tingkat tinggi PBB pada 2000 dan menetapkan sasaran tertentu mengenai pengentasan orang miskin, pendidikan, kesetaraan gender, kesehatan ibu dan anak, kestabilan lingkungan hidup, pengurangai HIV/AIDS, dan kemitraan global bagi pembangunan.
"Negara memiliki tanggung jawab utama guna menanggani bencana dan krisis kemanusiaan, tapi mereka memerlukan solidaritas internasional," katanya. "Ketika kita bekerjasama, kita dapat membantu semua Negara menangani ancaman bencana."
Eliasson mengatakan ia sangat tertarik untuk mendorong pembentuka sistem reaksi dini dan peringatan dini di berbagai wilayah, negara dan masyarakat, sebab itu memiliki potensi sangat besar untuk menyelamatkan nyawa. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Masyarakat manfaatkan PELATARAN ambil produk hasil roya tak perlu tunggu hari kerja
02 February 2026 13:33 WIB
Tak perlu panik, ini cara melapor barang hilang di kereta dan stasiun KAI Divre II Sumbar
27 January 2026 20:54 WIB
Wawako Maigus Nasir : Perlu sinergi dan kolaborasi untuk perkuat mitigasi bencana
19 January 2026 21:53 WIB
Tingkatkan kualitas layanan pertanahan, Menteri Nusron: Perlu disiapkan pelatihan hingga asesmen
15 January 2026 19:29 WIB
Masih pegang girik di 2026? Kementerian ATR/BPN imbau masyarakat tak perlu khawatir
08 January 2026 16:32 WIB
Bupati Dharmasraya berpesan tak perlu kirim karangan bunga ulang tahun, diganti bibit tanaman
30 December 2025 16:45 WIB
Dari silaturahmi Ketum PWI Pusat dengan PWI Sumbar, wartawan perlu kuasai jurnalisme bencana
23 December 2025 6:58 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018