Jakarta, (Antara) - Menteri Perhubungan EE Mangindaan menyatakan, Indonesia memberikan perhatian kepada isu lingkungan penerbangan yang terbukti dengan penerapan "Eco Airport Master Plan" guna mengimplementasikan konsep bandara hijau. "Indonesia memiliki perhatian terhadap isu lingkungan penerbangan. Wujud nyata dari perhatian tersebut adalah penerapan 'Eco Airport Master Plan' pada sejumlah bandar udara utama Indonesia," kata Menhub dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis. Mangindaan memaparkan, Indonesia berpartisipasi aktif dalam mendukung upaya Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) melindungi lingkungan penerbangan. Pada tahun 2012, ujar dia, Indonesia juga telah ditunjuk oleh dewan ICAO untuk menjadi observer pada Komite Perlindungan terhadap Lingkungan Penerbangan (CAEP). Ia juga menyatakan, pada Maret 2013, Indonesia dan ICAO juga telah mengumumkan sebuah proyek baru yang bertujuan untuk meningkatkan manajemen dan pengurangan emisi karbon penerbangan. Sebelumnya, Menteri Perhubungan Evert Erenst Mangindaan mengatakan, proyek kerja sama antara Kementerian Perhubungan dan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) mencerminkan kesungguhan pemerintah Republik Indonesia. "Proyek kerja sama Kemenhub dan ICAO ini sangat penting bagi Indonesia karena mencerminkan kesungguhan Indonesia untuk mengatasi secara sungguh-sungguh isu-isu di sektor transportasi udara," kata E.E. Mangindaan. Menurut dia, proyek kerja sama Kemenhub-ICAO itu juga merupakan bentuk komitmen untuk berhasilnya penerapan upaya perlindungan lingkungan, termasuk pengurangan emisi gas buang di transportasi udara. Sebagaimana diketahui, Menteri Perhubungan telah menandatangani kesepakatan dengan Presiden ICAO Kobeh Gonzales di Montreal, Kanada, Senin (23/9) waktu setempat, yang meliputi bidang pengembangan dan penerapan upaya perlindungan lingkungan di penerbangan sipil. Cakupan kerja sama Kemenhub-ICAO antara lain proyek peningkatan manajemen dan pengurangan emisi karbondioksida di bidang penerbangan sipil Indonesia. Melalui kerja sama tersebut, ICAO akan memberikan bantuan teknis dan pendampingan untuk memperkuat dan meningkatkan organisasi, regulasi, sumber daya manusia dan system berkaitan dengan penerapan Rencana Aksi Nasional Pengurangan Gas Rumah Kaca. Proyek penerapan upaya perlindungan lingkungan berskala besar dengan perkiraan biaya sebesar 2,136 juta dolar AS, dan akan dilaksanakan bersama antara Kemenhub dan ICAO. (*/sun)