Rusia Tuduh AS Berkeras Ingin Serang Suriah
Senin, 23 September 2013 12:27 WIB
Moskow, (Antara/Xinhua-OANA) - Rusia, Ahad (22/9), menuduh Amerika Serikat mengancam akan menggagalkan upaya Organisasi bagi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) mengenai Suriah, jika Moskow mencabut dukunganya bagi resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengizinkan penggunaan kekuatan.
"Itu benar-benar penyimpangan dari apa yang telah kami sepakati dengan (Menteri Luar Negeri AS) John Kerry --memperoleh keputusan OPCW dulu lalu mensahkan resolusi Dewan Keaman PBB yang mendukung keputusan ini tapi tidak dilandasi atas Pasal VII," kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dalam wawancara dengan stasiun televisi Rusia, Channel One.
Menteri itu mengatakan Damaskus secara resmi telah bergabung dengan Konvensi Senjata Kimia dan siap mematuhi peraturan segera tanpa menunggu satu bulan sampai negara tersebut menjadi anggota penuh.
Pemerintah Suriah, kata Lavrov, telah mengkonfirmasi mereka siap mengungkapkan data penuh mengenai ukuran, keberadaan, jenis dan informasi senjata kimia mereka.
"Saya kira akan tak bertanggung-jawab dan tak kompeten untuk mengabaikan peluang untuk bekerja secara profesional," kata Lavrov sebagaimana dikutip Interfax, demikian laporan laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin.
Lavrov menyatakan Barat mengingini resolusi Dewan Keamanan bukan hanya untuk mendukung keputusan OPCW, tapi juga berisi ketentuan mengenai mempertahankan hak asasi manusia dan Mahkamah Pengadilan Internasional.
"Mereka memandang kesepakatan AS-Rusia sebagai peluang bagi diri mereka untuk ... berkeras mengenai resolusi penggunaan kekuatan yang ditujukan kepada rejim dan membela oposisi," katanya.
Diplomat tersebut memuji pernyataan dari Kepala Pemeriksa Senjata PBB Ake Sellstrom bahwa para ahli akan kembali ke Suriah dalam waktu dekat guna menyelidiki dugaan penggunaan senjata kimia pada 21 Agustus di luar Damaskus, Ibu Kota Suriah. Lavrov juga mendesak para pemeriksa PBB agar juga menyelidikan peristiwa pada 22 Agustus, 24 Agustus, dan 25 Agustus, ketika pasukan pemerintah diserang dengan senjata kimia.
Lavrov juga menuntut oposisi Suriah agar menyerahkan senjata kimia mereka, yang disita selama konflik berkepanjangan di negara Arab itu.
"Meskipun para pemeriksa OPCW sedang bersiap mengambil-alih instalasi penyimpanan senjata kimia ke dalam pengawasan mereka, pihak yang mendanai dan menaja kaum ekstrem mesti menemukan cara untuk menuntut penyerahan (senjata) apa saja yang telah mereka rebut dan harus dimusnahkan sejalan dengan Konvensi Senjata Kimia," kata Lavrov. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mantan juara tinju kelas berat Mike Tyson tuduh platform streaming Hulu "curi" kisah hidupnya
09 August 2022 11:40 WIB, 2022
Taiwan tuduh China di balik polemik daftar kewarganegaraan penonton Piala Dunia 2022 Qatar
21 June 2022 6:15 WIB, 2022
Perjanjian kapal selam dibatalkan sepihak, Macron tuduh PM Australia berbohong
01 November 2021 10:22 WIB, 2021
Koeman tuduh PSG tak sopan karena bahas Messi jelang laga kedua tim
04 February 2021 11:55 WIB, 2021
Penasihat Gedung Putih AS tuduh China simpan data COVID-19 demi kemenangan
21 April 2020 10:43 WIB, 2020
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018