Kementan akan Evaluasi Penurunan Populasi Ternak
Selasa, 3 September 2013 18:49 WIB
Jakarta, (Antara) - Kementerian Pertanian akan melakukan evaluasi hasil Sensus Pertanian 2013 yang menyebutkan populasi ternak sapi dan kerbau nasional menurun 2,56 juta ekor dibandingkan dua tahun lalu.
Menteri Pertanian Suswono di Bogor, Selasa menyatakan, pihaknya akan melakukan peninjauan langsung ke lapangan, guna memverifikasi atas hasil laporan BPS tersebut.
"Verifikasi ini untuk menanyakan langsung mengenai penyebab populasi sapi dan kerbau turun. "Kita akan cek di lapangan kalau terjadi penurunan benar, apa penyebabnya akan dicari," katanya seusai meluncurkan Konsep Strategi Induk Pembangunan Pertanian (SIPP) 2013-2045 di Institut Pertaniana Bogor.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin sebelumnya mengungkapkan populasi sapi dan kerbau berdasarkan hasil sementara Sensus Pertanian 2013 adalah sebanyak 14,2 juta ekor atau turun 2,56 juta ekor dibandingkan 2011 yang mencapai 16,7 juta ekor.
Suryamin mengatakan salah satu penyebab turunnya populasi sapi dan kerbau, adalah karena peningkatan permintaan daging sapi dari dalam negeri, sementara pemerintah mulai mengurangi impor sapi.
"Karena kebutuhan tinggi, maka sapi dijual dan dipotong. Kondisi ini berdampak juga kepada parameter kelahiran sapi dan kerbau," ujarnya.
Mentan Suswono menyatakan, pihaknya akan memerintahkan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk melakukan kajian dan penelitian secara mendalam.
Kajian tersebut dimaksudkan sebagai bahan evaluasi untuk ke depannya kebijakan strategis yang tepat menumbuhkan populasi sapi dan kerbau.
"Saat ini belum bisa ambil kebijakan baru. Tentu saja segera ada kebijakan setelah di Ditjen Pertenakan melakukan kajian," katanya.
Sementara itu di tempat terpisah Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro menyatakan, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan populasi ternak sapi lokal.
"Upaya tersebut dilakukan melalui perbaikan aspek-aspek teknis di bidang reproduksi dan kesehatan hewan, perbibitan, pakan dan tambahan induk-induk sapi," katanya.
Salah satu upaya peningkatan populasi ternak sapi, menurut Syukur, yakni dengan menjaga ketersediaan benih atau semen beku yang mana saat ini sebanyak 5 juta dosis per tahun.
Dari semen beku sebanyak 5 juta dosis tersebut, lanjutnya, yang digunakan mencapai 2,9-3,2 juta dosis per tahun dan tingkat kelahiran sekitar 40-50 persen atau 1,2 juta ekor.
Syukur menyatakan, peningkatan populasi sapi nasional sebesar 50 persen melalui inseminasi buatan (IB) dan 50 persen lainnya melalui kawin alami.
Program IB, tambahnya, sebagian besar atau 75 persen dilakukan di Jawa sedangkan kawin alam banyak diterapkan di luar Jawa. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Persita dalam bidikan Semen Padang FC yang akan buktikan kekuatan di kandang
04 February 2026 14:13 WIB
Pemprov Sumbar Akan prioritaskan ke Daerah Terdampak Bencana pada Kegiatan Safari Ramadhan Tahun 2026
02 February 2026 15:31 WIB
Gubernur Mahyeldi : Kegiatan Safari Ramadhan Pemprov Sumbar Tahun 2026 Akan Difokuskan ke Daerah Terdampak Bencana
01 February 2026 13:15 WIB
Sawah masih menyusut, Menteri Nusron akan terapkan kebijakan darurat perlindungan lahan pertanian
29 January 2026 11:35 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018